Sabtu, 13 November 2010

Anda Tahu Walt Disney?

Semua pasti pernah mendengar namanya kan? Sosok pendiri taman bermain Disneyland yang dicintai anak-anak dari seluruh dunia ini ternyata punya kisah perjuangan hidup yang panjang.Mau tahu seperti apa kisahnya sampai ia bisa mendirikan Disneyland? Check it out>> 

Walter Elias Disney dilahirkan di Chicago pada tanggal 5 Desember 1901. Ibunya Flora Call, adalah seorang wanita Jerman. Sedangkan ayahnya Elias Disney, adalah seorang keturunan Irlandia. Kehidupan keluarga Disney berpindah dari satu kota ke kota lain, karena Elias Disney, yang sebenarnya terpesona oleh dunia bisnis, tidak mempunyai kesesuaian diri dengan dunia itu dan seringkali mengalami kegagalan finansial.

Pada tahun 1906, keluarga Disney pindah ke daerah Marceline, Missouri, di tanah pertanian yang baru dibelinya. Walt Disney kecil menyukai kehidupan di daerah barunya tersebut. Selain itu, kehidupan di desa tersebut juga menghidupkan rasa sayangnya kepada binatang-binatang yang hidup di sekitarnya, seperti bebek, tikus, dan anjing.

Kelak, ternyata hewan-hewan itulah yang membuat namanya menjulang. Dari sini, Walt Disney menarik pelajaran berharga yang dia terapkan sepanjang hidupnya, yaitu bahwa KEBAHAGIAAN AKAN TIMBUL DALAM DIRI KITA APABILA KITA MELAKUKAN SESUATU YANG BENAR-BENAR KITA SUKAI.

Kehidupan Walt Disney yang bahagia itu teryata hanya bisa dinikmati sesaat saja. Kegagalan panen yang berturut-turut membuat Elias Disney, ayahnya harus menjual ladang pertaniannya dan membeli sebuah perusahaan koran setempat yang kecil. Untuk menghemat biaya pegawai, Elias Disney mempekerjakan Walt Disney dan kakaknya Ray tanpa biaya. Setiap pagi pukul 3.30 dinihari Walt dan Ray sudah harus bangun untuk menunggu kedatangan truk pengangkut. Sesudah itu mereka harus menjalankan tugas harian mengantarkan koran kepada para pelanggan di kota.

Kadang-kadang orang menjumpai Walt berjalan dengan kelelahan dan gemetar kedinginan dengan bawaan hampir seberat dua kali berat tubuhnya. Adakalanya cuaca begitu dingin, sehingga Walt harus berjongkok di sudut jalan sekedar untuk menghangatkan diri.
Seringkali Walt berpikir, apakah untuk hidup di dunia ini orang harus bekerja mati-matian sebagai budak dengan upah yang hanya bisa sekedar untuk survive ? Tidak adakah jalan lain untuk hidup?

Bila Walt mengantarkan koran untuk para pelanggannya yang kebanyakan adalah orang kaya di kota, maka Walt juga mulai berpikir mengapa mereka bisa hidup mewah, sementara dirinya hidup serba kekurangan.

Hal ini akhirnya melahirkan pelajaran kedua di dalam hidupnya, yaitu bahwa KEHIDUPAN ITU ADALAH SUATU PILIHAN. APAKAH KITA MAU HIDUP KAYA ATAU MISKIN, TERGANTUNG ATAS KEPUTUSAN DAN TINDAKAN KITA SEPENUHNYA SAAT INI.

Atas dasar pemikiran itulah maka setelah beranjak dewasa Walt bertekad untuk masuk ke dinas tentara, karena menurutnya pekerjaan tentara bisa lebih memberi kekayaan dibanding sebagai pengantar koran yang bekerja tidak dibayar.

Di sela-sela dinas ketentaraannya, Walt menggunakan waktu luangnya untuk menggambar.Rupanya, bakat Walt dalam menggambar memang luar biasa, sehingga dalam waktu yang singkat banyak teman-temannya di ketentaraan yang minta dibuatkan gambar dirinya.

Setelah perang dunia I usai, Walt keluar dari dinas tentara. Saat itu, sangatlah sulit mencari pekerjaan. Ini merupakan masa-masa paling suram dalam kehidupan Walt Disney. Untuk kembali ke orang tuanya dia malu, karena waktu itu dia sering menyombongkan pada orang tuanya bahwa pekerjaan tentara itu adalah `pekerjaan orang kaya'. Walt tidak mempunyai uang sedikitpun, dan terpaksa menumpang di belakang sebuah bengkel kecil, dengan sebuah bangku usang, satu-satunya perabotan yang dimilikinya, untuk makan dan tidur. Lebih parah lagi, seminggu sekali dia harus pergi mengendap-endap ke stasiun kota di malam hari hanya sekedar untuk `mencuri' mandi.

Walt menyadari, bahwa hal ini tidak mungkin dibiarkan terus menerus. Dia kembali ingat impiannya di masa lalu, bahwa dia ingin menjadi kaya, bukan gelandangan seperti sekarang. Tapi, apa yang bisa dilakukan dengan keadaannya yang sekarang, tanpa modal, tanpa kenalan, tanpa pekerjaan. Dalam keadaan paling parah dalam hidupnya, Walt akhirnya bisa merumuskan prinsip hidupnya yang ketiga, yaitu TIDAK PEDULI SEBERAPA PARAH KEADAAN KITA SAAT INI, NAMUN KEADAAN PASTI AKAN BERUBAH LEBIH BAIK APABILA KITA MASIH MEMILIKI SATU HAL : HARAPAN.

Harapan itu pula yang terus memacu pikiran Walt. Akhirnya Walt menyadari, bahwa satu-satunya yang masih dimilikinya adalah bakat menggambarnya. Tapi, bagaimana caranya agar bakat tersebut bisa menghasilkan uang untuk dirinya?

Setelah sekian lama mencari-cari, Walt memutuskan bahwa Hollywood adalah tempat yang cocok dengan dirinya, dengan bakat yang dimilikinya. Untuk kesana, terpaksa Walt menahan malu dan meminjam uang dari kakaknya Ray. Setibanya disana, ternyata Walt hanyalah satu dari sekian ribu orang yang berharap bisa menjadi bintang di Hollywood.

Mulailah Walt masuk satu persatu ke studio yang ada disana, dan mencoba menawarkan diri untuk bekerja apa saja, asal ada hubungannya dengan dunia perfilman. Bukan hal yang mudah ternyata, karena tidak ada satupun studio yang mau menerimanya, bahkan untuk pekerjaan yang paling rendah sekalipun.

Walt menyadari, bahwa para studio itu menolaknya karena dirinya tidak menunjukkan satu keahlian khusus, yang membuat mereka tertarik kepadanya. Belajar dari situ, Walt membeli beberapa kertas kosong dan mulai menggambar. Kemudian Walt kembali lagi ke studio-studio itu lagi, kini dengan menonjolkan `bakat' yang dimilikinya. Ternyata ada satu studio yang tertarik dengan bakat Walt yang luar biasa. Mereka bahkan langsung memesan satu cerita "Alice in The Wonderland" dalam bentuk film kartun bergerak, dengan harga awal US$ 1.500. Jumlah itu justru membuat Walt kaget, karena pada awalnya Walt hanya berharap mendapatkan upah US$ 50 sebulan, hanya sekedar untuk bertahan hidup. Rangkaian film "Alice in The Wonderland" sukses luar biasa di bioskop Amerika, dan bertahan sampai tiga tahun berturut-turut. Dengan hasil dari film ini, Walt mulai bisa memperbaiki hidupnya, membeli rumah, membuat studio sendiri dan menikah dengan Lilian Bounds.

Suatu hari, Walt teringat masa kecilnya yang bahagia di pedesaan. Hal ini menginspirasi dirinya untuk menggambar tiga sahabat binatangnya waktu itu, yaitu bebek, tikus, dan anjing. Dari sinilah kemudian lahir Donald Duck, Mickey Mouse dan Pluto. Ketiga binatang inilah yang membawa Walt Disney menuju ke kejayaannya sebagai seorang bintang di Hollywood. Selain itu, Walt juga rajin menciptakan film-film animasi lain yang terus mencetak uang bagi dirinya, seperti Snow White, Cinderella, Peter Pan dan Bambi.Dari sinilah Walt kemudian mendedikasikan diri seutuhnya untuk kebahagiaan anak-anak sedunia.

Pada tahun 1950, Walt mempunyai impian untuk membangun taman impian bagi anak-anak.Impian Walt ini dianggap gila oleh rekan-rekannya sesama pengusaha, namun Walt tetap dengan pendiriannya. Taman bermain ini akhirnya bisa diwujudkan pada tahun 1955 di Anaheim, California.

Pada waktu pembukaan, Walt mengatakan dalam pidatonya:
"KESUKSESAN DIMULAI KETIKA KITA MULAI MENCIPTAKAN IMPIAN JAUH KEDEPAN.DAN SAAT KITA BERKOMITMEN UNTUK MENCAPAI IMPIAN ITU, MAKA SELANJUTNYA IMPIAN ITU YANG AKAN MENJADI MAGNET DAN MENARIK KITA KESANA......".

Walt Disney meninggal pada tahun 1966. Namun visi dan impiannya untuk kebahagiaan anak-anak akan terus dikenang oleh dunia sepanjang masa.

»»  Selengkapnya...

Rabu, 10 November 2010

Face in The Windows (The lightning potret of Henry Wells)

Apa kabar semuanya?Selama sebulan jari ini tidak mengetik artikel untuk blog rasanya gatal sekali.Bukannya tambah malas tapi malah semakin bersemangat,karena tema-temanya terus saja bermunculan di kepala saya.Tapi karena terdapat beberapa halangan akhirnya baru bisa posting sekarang.Baiklah,sebagai pembuka saya akan mengajak kalian mengintip tempat yang cukup terkenal di Alabama.Here we go....

Pickens County Courthouse

Pickens County Courthouse, Carrolton, Alabama adalah sebuah gedung pengadilan yang terletak di barat Alabama.Menurut kabar yang tersiar, sebuah penampakan berbentuk wajah manusia tanpa sengaja terekam kamera dari salah satu panel jendela.Legenda mengatakan bahwa wajah tersebut adalah milik seorang yang bernama Henry Wells, seorang pria berkulit hitam yang dituduh melakukan pembakaran gedung pengadilan pada tahun 1878.

Pada awalnya, gedung pengadilan asli Pickens County telah terbakar habis oleh tentara serikat pada tahun 1865.Setelah dibangun kembali,bangunan itu dibobol pada tahun 1876 dan kembali terbakar habis.Sementara masyarakat kota membangun kembali gedung tersebut, pembicaraan mulai dihidupkan dengan desas-desus pelaku pembakaran&perampokan.Mereka mulai menduga-duga siapa dalangnya, dan tersangkanya pun jatuh kepada seorang pria yang bernama Henry Wells.

Mereka mencurigainya karena dia adalah budak berkulit hitam yang telah dibebaskan dan tinggal di dekat gedung pengadilan tersebut.Henry Wells juga dikenal sebagai pribadi yang bertemperamen buruk,suka berkelahi dan membuat keributan.Itulah yang menjadikannya tersangka utama di mata masyarakat.Henry lalu ditahan&dibawa ke pengadilan, menunggu untuk diadili.

Sementara Henry menunggu di penjara,orang-orang mulai bergosip mengenai mantan budak itu dan mereka semakin percaya bahwa Henry memang bersalah. Hm...tampaknya warga mulai tidak sabar untuk menunggu pengadilan resmi dijalankan.

Sang sherif yang mendengar hal ini khawatir akan keselamatan Henry,takut jikalau nanti massa akan mengamuk dan menjebol tempat Henry ditahan.Maka sherif pun memutuskan untuk membawa Henry ke atas loteng bangunan tersebut.Dan ternyata benar dugaan sherif, massa mulai berkerumun di bawah gedung pengadilan dengan amarah yang meluap sambil membawa tali gantungan.

"Berikan kami si budak itu!",teriak para massa.

Henry yang kelihatan takut dan panik menghampiri jendela loteng tersebut,berteriak kepada kerumunan massa di bawah,"Aku tidak bersalah!"

Tapi mereka terus berteriak dan meminta Henry turun dan menerima hukuman gantung.

"Aku benar-benar tidak bersalah!",ulang Henry ketakutan.

"Kalau kalian benar-benar ingin menggantungku,aku bersumpah akan menghantui kalian seumur hidup!",Henry mengucapkan sumpahnya.Kemudian petir menyambar gedung tersebut dan menerangi wajah Henry yang ketakutan di balik panel jendela.

Salah satu legenda mengatakan kerumunan massa itu lalu menggantung Henry keesokan harinya dan satu lagi mengatakan Henry meninggal disambar oleh petir.

Nah sekarang coba kita lihat seperti apa wajah yang dimaksud.


Lihat?Kurang Jelas?

Kalau yang ini?

Coba yang ini..


Yah,memang kurang jelas,tapi yang pasti itu memang bentuk wajah (ada mata,hidung,telinga,mulut).

Well,mungkin jika kalian punya rejeki untuk berjalan-jalan kesana,kalian bisa membantu saya untuk mengambil fotonya yang lebih jelas (haha..).Oya satu hal lagi, meski gambar wajah pada jendela tersebut dapat dengan mudah dilihat,tapi jangan harap bisa melihatnya dari dalam karena wajah itu hanya bisa terlihat dari luar gedung pengadilan.Nah lho?

Note: Sejak foto diatas tersebut diambil, kota Carrollton menjadi terkenal. Bahkan diluar gedung pengadilan,teropong permanen sengaja dipasang diseberang jalan dari jendela untuk orang-orang yang ingin melihatnya lebih dekat.

source: hubpages.com , ghoststoriesandhauntedplaces , roadsideamerica

»»  Selengkapnya...