Selasa, 10 Agustus 2010

Story 2: Screaming Jenny

Nama : Dessy
Umur  : 16 Tahun








Sebuah gudang penyimpanan tua yang terletak di sepanjang rel stasiun Harpers Ferry sudah ditinggalkan tidak lama setelah Baltimore&Ohio Railroad dibangun.Gudang yang sudah tidak terpakai itu lalu berubah menjadi semacam tempat penampungan bagi orang-orang miskin.Hidup di dalam gudang tua itu terutama saat musim dingin tidaklah nyaman.Karena angin yang berhembus dapat melewati celah-celah yang ada di setiap bagian gudang.

Seorang wanita yang bernama Jenny tinggal sendirian di sebuah gudang yang lebih kecil karena tidak mempunyai keluarga maupun sanak saudara.Hidup yang ia dijalani sangat sulit, ia harus bekerja keras sendirian.Ia rela bekerja kasar demi mendapatkan uang meskipun yang diterimanya itu tidaklah seberapa.Yang kadang-kadang untuk makan saja tidak cukup.Dia juga wanita yang terbilang baik hati karena selalu membantu warga sekitar terutama saat ada yang sakit.Jenny rela tidak makan hanya untuk memberikan jatah makanannya kepada orang yang jatuh sakit itu.

Di suatu malam yang dingin kira-kira pada akhir musim gugur,Jenny duduk menggigil kedinginan di depan perapian kecilnya.Ia sangat lapar,makanan yang tersisa hanyalah semangkuk kaldu.Saat ia sedang menikmati mangkuk kayu yang berisi kaldu itu, tanpa disangka rok Jenny terpercik api perapian.Wanita itu sama sekali tidak sadar kalau roknya terkena percikan api.Saat ini ia hanya fokus untuk menghilangkan rasa sakit perut karena kelaparan.Sampai saat api itu mulai menembus rok woolnya yang tebal dan membakar kulitnya,Jenny baru sadar kalau ia terbakar!

Jenny langsung panik.Ia menyiram roknya yang terbakar dengan kaldu yang tersisa.Tapi api itu tidak padam.Jenny lalu segera keluar mencari pertolongan.Ia berteriak di sepanjang rel untuk meminta bantuan karena dirinya saat ini sedang dilalap api.Wanita itu terus berteriak.Tolong,tolong!!!



Sedikit demi sedikit api itu semakin menggerogoti tubuh Jenny.Ia berusaha mencapai stasiun dengan harapan akan ada orang yang akan memadamkan apinya.Tapi langkahnya semakin lambat.Tubuhnya saat ini mengalami perih yang luar biasa.Rasanya sangat panas.Bermacam rasa bercampur menjadi satu, sakit,perih,panas.Hingga akhirnya api itu membungkus dirinya seperti sebuah obor besar.Tapi Jenny belum menyerah.Ia masih berteriak-teriak minta tolong untuk dipadamkan apinya.

Lalu dengan kondisi seluruh tubuh terbakar,Jenny berjalan terhuyung-huyung,tidak tahu harus kemana karena seluruh panca inderanya kini hanya bisa merasakan sakit.Ia sekarang berjalan tepat dalam jalur putaran kereta api di sebelah barat.
Di dalam penderitaannya Jenny tidak tahu kalau saat ini sebuah kereta api sedang melaju kencang di depannya.Ia tidak dapat melihat cahaya lampu kereta api maupun mendengar suara decitan rem kereta api yang mencoba berhenti.Sesaat kemudian suara jeritan Jenny yang mengerikan itu terputus seketika digantikan dengan suara kereta api yang mencoba berhenti melaju.

Para kru stasiun segera berlari ke lokasi kejadian.Berusaha memadamkan api di tubuh Jenny yang kini sudah menjadi mayat.Orang-orang miskin yang tinggal disekitarnya lalu membawa tubuh Jenny untuk dimakamkan dalam kuburan tak bertanda di sebuah gereja lokal.

Beberapa hari kemudian orang-orang miskin yang tinggal di gudang tua itu pindah ke tempat lain.Jenny pun kini terlupakan.

Beberapa bulan kemudian,sebuah kereta api melintas di jalur putaran kereta api di sebelah barat.Masinis kereta api itu terkejut bukan kepalang karena melihat sebuah bola api besar yang sedang menjerit-jerit.Ia berusaha untuk menghentikan kereta apinya.Ketika keretanya berhenti,masinis itu langsung melompat keluar mencari tubuh terbakar yang tadi.Tapi..tidak ada apa-apa.

Masinis itu segera melaporkan kejadian itu ke stasiun setempat.Lalu para kru stasiun teringat dengan seorang wanita yang menjerit kepanasan karena terbakar dan tertabrak kereta beberapa bulan lalu.Mereka sadar bahwa Jenny kini kembali untuk menghantui jalur tempat dimana ia meninggal.

Sampai sekarang hantu yang disebut sebagai Screaming Jenny ini masih suka muncul di jalur barat stasiun Harpers Ferry pada hari peringatan kematiannya.Banyak masinis yang sudah berhadapan dengan sosok hantu bola api yang sedang menjerit itu.Sesosok hantu malang yang sia-sia mencari seseorang untuk menyelamatkannya.

3 komentar:

Terima kasih telah membaca postingan diatas.Mohon komentarnya disini.Saya akan sangat menghargainya.