Selasa, 31 Agustus 2010

Story 13: Dikejar Kuyang

Akhirnya,edisi Campfire Tales untuk bulan Agustus berakhir juga hari ini. Baiklah tetap semangat sampai akhir! Untuk cerita penutup,saya memilih cerita dari Indonesia yang berkisah bagaimana pengalaman seorang ibu yang berhasil bebas dari incaran Kuyang [pengalaman nyata].

So,here u are...

Percaya atau tidak, ini pengalaman seorang calon ibu dikejar-kejar kuyang, yang dipercaya masyarakat Tanjung Redep, Kalimantan Timur, sebagai makhluk siluman pemangsa janin dalam kandungan.

Setelah menikah di Jakarta bulan Juni 1994, saya mengikuti suami,anggota Polri yang bertugas di Kota Tanjung Redep, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kami berada di kota itu sekitar tiga tahun, dari Juni 1994 - Juni 1996.

Kalau di Bali orang mengenal Leak sebagai "hantu siluman" yang dapat membuat orang sakit atau meninggal, maka di daerah Berau, pedalaman Kalimantan Timur, konon ada dukun yang dapat mengubah wujud menjadi binatang, entah kucing atau burung. Fenomena ini disebut Kuyang. Leak dan Kuyang memang berbeda. Wujud asli Leak konon bisa seorang laki-laki atau perempuan, sedangkan Kuyang berwujud asli perempuan saja.

Leak Bali juga sudah canggih-canggih; mereka dapat bersalin rupa menjadi siluman motor, mobil, bahkan pesawat. Tapi Kuyang hanya dapat berwujud siluman burung atau kucing. Sasaran korban Leak mulai dari anak kecil sampai orang jompo, sementara Kuyang terbatas pada ibu hamil dan bayinya.

Maka ketika saya hamil pada awal September 1994, tetangga saya, Bu Sukamto yang asli penduduk Berau, menasihati agar berhati-hati bila bertemu dengan Kuyang. Biasanya ia berjalan-jalan pada siang hari untuk mencari mangsa sambil berpura-pura menjajakan barang dagangan.

Ciri-ciri Kuyang yang beroperasi di asrama Polres kami, katanya, seorang wanita berusia sekitar 50-an dan biasanya memakai selendang. Selendang itu untuk menutupi tanda seperti bekas operasi di lehernya. Konon, pada malam hari kepalanya akan memisah dari tubuhnya. Kepala itu akan berubah wujud menjadi burung malam atau kucing.

Dalam memangsa korban, ia tidak pandang bulu dengan usia janin dalam kandungan. Ada beberapa teman yang usia kandungannya baru empat atau lima bulan, kandungannya hilang dimangsa Kuyang. Ceritanya, mereka ibu muda seperti saya, dan sebagai pendatang baru di Berau tidak mengetahui cerita tentang sang pemangsa itu. Pada siang hari, ketika bertemu dengan wanita berselendang itu, perut teman saya diusap-usapnya. Dengan ramah ia bertanya, sudah berapa usia kandungannya. Tanpa curiga, teman saya menjawab, kandungannya baru berusia empat bulan. 

Keesokan harinya, ketika bangun tidur, teman saya kaget waktu mengetahui perutnya kembali ke bentuk semula. Ketika memeriksakan diri ke dokter, bayinya sudah benar-benar lenyap tanpa bekas! Hal serupa dialami oleh teman saya yang usia kandungannya lima bulan.

Menurut Bu Sukamto, apabila bertemu wanita itu, dan dia mengusap perut wanita hamil, maka si wanita hamil harus balas mengusap perut si Kuyang kembali. Itulah cara melawan Kuyang.

Untunglah, selama kehamilan, saya tidak pernah bertemu langsung dengannya, karena ketika ia berkunjung, suami saya selalu berada di rumah. Namun, Bu Sukamto mengingatkan agar saya tetap waspada, sebab Kuyang terkenal pantang menyerah sebelum mendapatkan mangsa incarannya. Jalan terakhir yang akan ditempuh adalah saat sang ibu akan melahirkan. Saat itu, ia akan berubah wujud menjadi seekor burung malam atau kucing.

Konon, untuk membedakan kucing biasa dengan kucing jadi-jadian adalah saat ia mendarat di atap rumah. Suara mendaratnya seperti bunyi mobil jatuh, sangat keras dan jelas terdengar. Tentu saja itu akan terdengar kalau kami masih terjaga, dan tidak terkena ajian sirep yang menyebabkan kita tertidur.

Dua hari menjelang melahirkan, tepatnya pada 7 Mei 1995, saya tengah berbincang di ruang makan dengan ibu saya yang baru datang. Hari itu suami saya sudah terlelap tidur, padahal baru pukul 19.30. Hal itu belum pernah dilakukannya. Aneh. Tampaknya, dia terkena sirep. Menjelang pukul 21.00, saat saya pindah duduk, saya mendengar bunyi benda berat jatuh tepat di atap ruang duduk.

Saya tahu kalau itu siluman Kuyang. Tapi, saya tidak tahu apa wujudnya, burung atau kucing. Sepuluh detik kemudian yang muncul di kursi yang saya duduki sebelumnya adalah seekor kucing. Dengan matanya yang lapar, ia memandang saya. "Kucing! Kucing!" saya berteriak sekeras-kerasnya sambil cepat-cepat lari keluar.
Suami saya bangun mendengar teriakan saya dan berdiri dengan sempoyongan. Tepat di pintu kamar, ia bertabrakan dengan kucing yang sedang bingung. Suami saya jatuh terjengkang ditabrak kucing siluman.

Para tetangga berdatangan, lalu berteriak dari luar. Ada yang bilang supaya kucing itu diusir saja, ada pula yang mengatakan agar dibunuh saja. Akhirnya, suami saya hanya mengusirnya ke luar lewat pintu depan. Segera kucing itu lenyap tanpa bekas! Selanjutnya, suami dan ibu saya terus berjaga sampai pagi.
Esok harinya, kami memutuskan untuk langsung menginap di rumah sakit supaya aman dari incaran Kuyang. Dugaan kami meleset. Menjelang pukul 02.00 ketika sedang jalan-jalan di koridor rumah sakit, saya dan suami melihat wanita tua yang dikenalnya datang dari jauh. Saya disuruh cepat-cepat masuk kamar. Jantung saya berdebar cepat. Tidak pernah saya merasa setakut itu.

Setelah suami saya kembali ke kamar, ia bercerita, si ibu tua itu ngotot mau masuk ke bangsal bersalin. Ketika ditanya keperluannya, dia mengaku sebagai petugas memasak di dapur rumah sakit. Suami saya mengatakan, ia salah arah. Letak dapur bukan di situ tetapi jauh di depan. Dengan setengah memaksa, suami saya menyuruhnya pergi.

Akhirnya, tepat pada 9 Mei 1995 pukul 10.21, saya melahirkan putra pertama dengan selamat. Kami lega. Berakhir sudah "pertarungan" kami mempertahankan bayi dari incaran Kuyang.

Akhir tahun 1995, saya hamil kembali. Saya ditinggal oleh suami yang bertugas mengamankan pembangunan pabrik kertas raksasa PT Kiani Kertas di Desa Mangkajang, enam jam perjalanan dengan mobil dari Tanjung Redeb. Saat itu, saya tidak bisa menghindar dari pertemuan dengan siluman Kuyang pada siang hari. Untungnya, dia tidak memegang perut saya. Saya pun cepat-cepat menghindar jangan sampai mengobrol dengannya.

Menurut penduduk setempat, orang yang bertatapan mata dengan Kuyang akan mendapat kesulitan saat melahirkan. Seorang guru teman saya yang putra asli Dayak, sempat bertemu dan bertatap mata dengan Kuyang pada siang hari. Aneh, saat melahirkan ia beserta seisi rumahnya tertidur pulas. Dia hanya bermimpi melahirkan. Tapi ketika ia bangun keesokan harinya, bayi dalam perutnya hilang tanpa bekas! Seisi rumah pun geger!

Saat itu saya hanya berdoa dalam hati supaya kelak dapat melahirkan di luar P. Kalimantan. Saya juga percaya, Tuhan tetap lebih berkuasa dari makhluk apa pun di dunia ini. Rupanya, keberuntungan masih berpihak kepada saya. Bulan April 1996, permintaan pindah suami saya diterima. Akhir Juni 1996 kami langsung pindah ke Bali. Sepuluh hari di Bali, saya melahirkan dengan melalui operasi caesar pada 11 Juli 1996.

Saya bersyukur dikarunia sepasang anak, putra dan putri. Namun, yang lebih penting, mereka selamat dari incaran Kuyang. Tuhan benar-benar Mahakuasa dan Mahapengasih.

-Penutup-

Nah bagaimana ceritanya? hm..mungkin kurang seram ya..Tapi setidaknya bisa dijadikan pengetahuan tentang makhluk satu itu.Siapa tahu jika suatu hari ketemu...Haha..amit-amit,jangan sampai.

Oke,teman-teman sekarang bereskan barang-barang kalian,periksa jangan sampai ada yang ketinggalan.Sebentar lagi kita akan pulang...

Oh ya hati-hati jangan ada yang menengok ke belakang,soalnya sepertinya saat kita saling berbagi kisah seram,tanpa disengaja ada yang ikut nimbrung.ehm, perasaan saya sedikit aneh.Penasaran.Siapa ya?coba tengok deh......
http://www.emocutez.com

Hiyaaaaaaaaaaaaa!!!!
.
.
.
.
Wajah jadi pucat pasi saat nengok sosok hitam samar di pintu.
Ternyata....

Mama! jangan kagetin dong!
Mama: Lagian lama amat udah berjam-jam di depan komputer,listrik mahal tahu.cepat matiin!
.........

Haha.....Jangan sampai lupa waktu ya readers.^^;
Sampai jumpa di postingan berikutnya.See ya!

Note: Mohon readers mengisi polling yang ada di sidebar tentang kisah mana yang paling kalian sukai.Terima kasih.

»»  Selengkapnya...

Senin, 30 Agustus 2010

Story 12: Taman Bermain

Kisah ini kebetulan saya dapatkan dari sebuah forum.Katanya sih nyata dan tempatnya berlokasi  di Hongkong.Oke,tanpa basa-basi lagi,ini dia kisahnya...

Kisah ini terjadi pada pertengahan bulan ke tujuh menurut kalender Cina, dan saat itu adalah Festival Hantu. Memang menyeramkan, ya? Tapi, bersamaan dengan itu, sekolahku mengadakan pertemuan guru dan orang tua murid untuk membicarakan beberapa hal penting.

Malam itu, saat para orang tua berbicara dengan guru-guru, aku dan teman-temanku berada di luar, di halaman sekolah. Kami berenam, yaitu Joe, Brad, Jenny, Krissy, serta aku dan kakak perempuanku duduk di tengah lapangan basket bermain 'Truth Or Dare'. Permainan yang mengasyikkan,..sampai Krissy dan Brad menantang kami semua untuk pergi ke bagian taman yang tersembunyi di halaman sekolah..

Gedung sekolahku cukup tua dan sangat luas..dan ada beberapa tempat-tempat tersembunyi yang diketahui sebagian kecil murid dan guru. Salah satu tempat tersembunyi favorit kami, adalah sebuah taman di area belakang sekolah. Kami menamakan taman itu 'Hao San' atau bukit belakang. Biasanya kami ke sana untuk piknik makan siang..tapi kami tak pernah ke sana di malam hari.Menurut para senior, jaman dulu ada seorang gadis yang gantung diri di sana. Untuk mencapai taman itu, kita harus menaiki beberapa anak tangga keatas, dan melewati sebuah gerbang kuno.Pada malam hari, tempat itu sangat gelap..sinar bulan pun tidak dapat meneranginya..dan siapapun dengan mudah bisa tersesat di sana...

Brad ketakutan dan mengatakan kalau kisah para senior itu benar dan dia tidak ingin ke sana. Tapi kakakku mengusulkan agar kami saling mengikat satu sama lain dengan tali agar tak ada yang tersesat,um..sepertinya itu ide yang bagus. Lagipula, kebanyakan dari kami tidak percaya pada cerita-cerita para murid senior itu.Jadi kami mengikat diri dengan tali...dan mulai menjelajah 'Hao San' di malam hari ...

Kami berjalan dengan hati-hati saat menaiki anak tangga yang ada...ada perasaan takut di hati kami masing-masing, tapi kami semua berusaha memberanikan diri...suasana sangat gelap dan kami tak bisa melihat wajah teman-teman yang lain..Setelah melewati gerbang, aku sadar kalau taliku terlepas dan aku tersesat sendirian! Aku sangat takut. Aku tak punya pilihan selain berbalik ke sekolah. Saat aku berbalik...tiba-tiba terdengar suara yang berkata "Sudah mau pergi?"..aku tak bisa melupakan bunyi suara itu...sangat mengerikan. Aku tahu, kalau itu bukanlah suara teman-temanku. Saat menuruni anak tangga, aku mencium aroma lilin yang dibakar...

Sesampainya di sekolah, aku berlari ke lapangan basket dan berharap kalau teman-teman sudah menungguku di sana. Tapi tidak ada siapapun. Aku tak mungkin kembali ke 'Hao San' lagi, jadi kuputuskan untuk menunggu mereka di lapangan basket.

Beberapa menit kemudian, Joe datang, diikuti kakak perempuanku, Brad dan Jenny. Kelihatannya, semua tersesat dan terpisah saat memasuki gerbang....dan tak ada yang tahu di mana Krissy berada...

Kami semua mengkhawatirkan Krissy, dan memutuskan untuk pergi ke anak tangga dan memanggil namanya. Kami semua terlalu takut untuk kembali ke taman itu. Setelah menunggu hampir satu jam lamanya, Krissy baru muncul. Saat muncul, wajahnya sangat pucat dan diliputi ketakutan luar biasa, Krissy masih shock berat. Tak satupun dari kami mendengar suara..kecuali aku....dan kami semua mencium bau lilin yang dibakar. Tapi Krissy...bertemu dengan arwah gadis yang gantung diri di sana.....dan inilah kisahnya.....

"Saat melewati gerbang, aku baru sadar kalau kalian semua tak ada bersamaku. Aku tersesat. Tali itu seolah-olah dipotong seseorang...aku memanggil-manggil kalian, tapi tak ada yang menjawab..aku sangat takut...suasana sangat gelap...dan tiba-tiba aku melihat cahaya berwarna kemerahan dari balik pohon...kupikir kalian mungkin berkumpul di sana...jadi aku mendatangi pohon itu.."

"Di balik pohon itu banyak semak-semak..tapi cahaya merah itu sudah tak ada saat aku mendekat...dan tiba-tiba...aku merasa ada sesuatu yang menetes di wajahku....kupikir hujan..tapi saat aku melihat ke atas...ada seorang gadis yang tergantung di atas pohon dan di lehernya tertancap ranting....dia menatapku dan tersenyum...sangat mengerikan....air yang menetes itu ternyata darah dari lehernya!"

"Karena takut, aku berlari sekencangnya...tapi setiap aku menengok ke belakang, gadis itu selalu ada...aku tak yakin..apakah dia berlari atau tidak....tapi dia selalu ada di belakangku...kemudian kakiku tersandung sesuatu dan jatuh..aku pingsan..saat sadar..aku mendengar suara kalian semua memanggilku...aku bergegas menuruni tangga dan mencium bau lilin dibakar...."

Brad menimpali 'Ya, kami semua juga mencium bau lilin itu....tapi tak melihat apapun"

Setelah kejadian itu, kami tak pernah mengunjungi 'Hao San' lagi. Kami mencoba menyelidiki kebenaran kisah tentang taman itu..dan beberapa guru yang sudah tua menceritakan tentang gadis malang tersebut. Gadis yang bunuh diri karena hamil dan pacarnya tak mau bertanggung jawab.....dan tiga bulan setelah gadis itu meninggal, pacarnya tewas dalam kecelakaan lalu lintas. Saat mayatnya ditemukan, matanya terlihat melotot ketakutan..seakan-akan baru saja melihat hantu....

-Forum KG-Cozy Place to Talk-

»»  Selengkapnya...

Sabtu, 28 Agustus 2010

Story 11: Pita Kuning

Jane mengenakan pita kuning itu setiap hari dilehernya.Maksud saya benar-benar setiap hari.Tak peduli itu panas,hujan,cerah,berawan,cocok atau tidak dengan pakaian yang dikenakan,ia selalu memakainya.Dan itu sedikit mengganggu pikiran saya.Awalnya saya tidak menyadarinya,kami berdua merupakan tetangga dari saat Jane masih berumur 3 tahun tapi setelah kami menginjak di bangku SMA,saya baru menyadarinya.

"Mengapa kamu selalu memakai pita kuning itu Jane?"Saya bertanya seperti itu padanya setiap hari,tapi ia hanya tersenyum dan tidak mengatakan apa-apa.

Meskipun jengkel,saya tetap menganggapnya manis.Kami makan es krim sundae bersama,memintanya untuk datang untuk melihat permainan sepak bola.Lalu saya pun mulai sering mampir kerumahnya,mengajaknya kencan dan tentu saja dia selalu menyanggupinya dan selalu memakai gaun kuning yang cocok dengan warna pita dilehernya itu setiap kami pergi jalan.

Akhirnya kami resmi berpacaran.Dan saya masih belum bisa mengetahui rahasia di balik pita kuning itu.Kemudian pertanyaan itu kembali saya lontarkan lagi kepadanya.

"Mungkin suatu hari nanti saya akan menceritakannya padamu John."ia menjawab akhirnya.

Hah? Suatu hari? Suatu hari itu kapan? Hal ini benar-benar membuat penasaran sekaligus jengkel.Tapi saya tidak sanggup menampilkan wajah kesal karena melihat sikapnya yang sangat polos dan lucu.

Waktu pun berlalu dengan cepat.Johnny pun memutuskan melamar Jane dan gadis itu menerimanya.Mereka berdua mengadakan pesta pernikahan yang besar dan Jane pernah mengatakan mungkin ia akan mengatakan rahasia pita kuningnya itu saat hari pernikahan.

Saya akan menanyakannya kembali,pikir John saat itu.Tapi entah bagaimana setiap ia ingin bertanya selalu saja tidak ada kesempatan,entah sibuk merias wajah pengantin,wedding planner yang ingin mengkonfirmasi ulang acara,atau mengobrol dengan para tamu.Sampai akhirnya ia lupa untuk bertanya.

Tiba-tiba saya teringat dan ketika saya tanyakan kembali tentang pita kuningnya,Jane terlihat sedih,air matanya sedikit menggenang di sudut."Sekarang kita sangat bahagia John.Apa bedanya?" Dan , saya rasa Jane benar,apa bedanya?

Kami sekarang memiliki 2 orang anak.Kami berempat tertawa bahagia sambil merayakan ulang tahun pernikahan kami yang ke-50.Saat itulah saya menanyakannya kembali.Tapi raut wajah Jane masih sama,murung dan sedih,"Kamu telah menunggu selama ini.Kau bisa menunggu sebentar lagi."

Lagi-lagi saya tidak tega melihat kesedihannya itu,saya pun hanya bisa setuju.Setahun kemudian,Jane pun terbaring lemah di tempat tidur.Dokter memberitahu saya untuk bersiap-siap mengucapkan selamat tinggal kepada Jane,dan air mata pun tak terasa telah mengalir di pipi saya.Sebentar lagi kami akan berpisah? Rasanya saya sungguh tidak sanggup ditinggal olehnya.

Kami pun berbicara berdua,mengingat semua kenangan-kenangan bahagia saat menjalani hidup bersama. Jane lalu tersenyum sedih,"Baiklah John, sekarang aku akan memberitahumu tentang pita ini.Silahkan buka ikatannya."

Dengan tangan yang gemetar dan jantung berdegup kencang saya mencoba meraih pita kuning di lehernya.Dan ketika saya buka....

Kepala Jane jatuh ke tanah.


»»  Selengkapnya...

Jumat, 27 Agustus 2010

Story 10: Balas Dendam

Ketika Kane yang merupakan seorang pejuang samurai pertama kali datang dari California ke Tokyo,ia membawa istrinya yang cantik,Ishi. Ishi adalah tipe yang sangat ideal untuk dijadikan istri,selain cantik,lembut,perhatian,Ishi juga sangat pandai memasak.Sungguh tipe wanita idaman para pria.Dan Kane sangat bangga mempunyai istri seperti dirinya.

Tapi rasa sayangnya kepada sang istri tidak bertahan lama.Belum lama ini sebuah keluarga kaya  raya baru pindah ke rumah sebelah Kane.Kane merasa iri.Tapi mereka mempunyai putri yang sangat cantik bernama Aiko.Saat itulah pikiran jahatnya muncul,demi mendapatkan wanita yang dia inginkan sekaligus kekayaan mereka [sekali tepuk dua lalat],Kane akhirnya memutuskan untuk menyingkirkan Ishi.
 
Pada suatu malam hujan badai,ketika Kane dan istrinya baru pulang dari sebuah pesta besar.Di tengah jalan tiba-tiba Kane langsung mendorong Ishi yang saat itu berada di pinggir tebing.Tak ada yang mendengar jeritannya walaupun angin menderu-deru.Tidak ada yang menyadari permainan kotor Kane,Kane berpura-pura berteriak minta tolong karena istrinya jatuh dari tebing. Ia juga berakting sangat sempurna di pemakaman,memasang wajah berduka yang sangat dalam,padahal di dalam hatinya ia begitu gembira karena sebentar lagi ia akan membuat Aiko bertekuk lutut di hadapannya.

Setelah selesai pemakaman, Kane pun merayakan titik awal usahanya dengan minum-minum.Saat itulah angin bertiup kencang dan memecut dinding-dinding rumah dan jendela sampai bergetar dan samar-samar terdengar suara,"Balas dendam,balas dendam..."

Kane yang sedang duduk santai langsung berkedip saat melihat sosok gelap yang melangkah ke dalam ruangan.Terlihat sosok wanita berpakaian kimono yang berlumuran darah dengan rambut hitam panjang yang kusut dan berantakan serta wajah hancur dan rusak dengan sebelah bola mata yang tergantung diluar.Hantu Ishi mengulurkan tangannya yang patah kepada suaminya,tersenyum melalui sela-sela giginya yang terlihat sudah hancur."Balas dendam.."bisiknya.

Kane spontan langsung menjerit ketakutan.Ia melompat keluar jendela lalu segera lari terbirit-birit ke rumah tetangga sebelahnya.Dan tetangganya salah mengira kalau Kane sedang berduka atas kematian istrinya.Maka mereka pun mengijinkan Kane untuk menginap di rumah mereka sementara.

Beberapa bulan pun berlalu setelah kejadian itu,mengira hantu Ishi tidak muncul lagi,Kane merasa sangat lega.Ia lalu mengajak Aiko dan orangtuanya untuk melihat-lihat rumahnya.Saat mereka di kebun,Kane merasa lengannya sedang ditarik seseorang.Saat berbalik,ia mendapati sosok Ishi yang cantik kemudian mencium Kane lalu berbisik di telinganya,"Balas dendam." Sambil tertawa,Ishi menari pergi kemudian melambai kepada Aiko dan orangtuanya.Melihat gadis cantik itu,mata Aiko langsung melotot karena cemburu.

Karena takut Aiko akan memutuskan hubungan dengannya,Kane pun segera membujuk mereka mengadakan pesta pertunangan besar yang mewah sebagai bukti pengabdiannya.Semua kerabat,teman,saudara,keluarga hadir di ruang perjamuan untuk bersulang dan tertawa merayakan kebahagiaan Kane.

Ketika sedang merayakan kesuksesannya,dari seberang aula Kane melihat sosok Ishi muda yang cantik sedang masuk ke ruangan dan berdiri di sudut dengan sopan.Kane menghentikan pembicaraanya di tengah kalimat dan menatap ngeri saat Ishi mulai tertawa dan berubah.

Tubuhnya memutar dan pecah di depan mata Kane,wajah cantiknya luntur digantikan oleh wajah berantakan dan berdarah-darah,menatap Kane dengan matanya yang sudah keluar dari rongga bola matanya.

"Balas dendam.."desisnya.

"Aaakkkkhhhh.Tidak! Tidak!."teriak Kane.

Para tamu disekelilingnya langsung memandang Kane dengan bingung.Tidak ada seorang pun yang bisa melihat sosok hantu Ishi yang mengerikan itu.Kane segera berlari keluar diikuti Ishi yang terbang melayang,bersumpah akan terus menghantui Kane.

Kane yang terus dikejar oleh Ishi berteriak-teriak dan memaki,menyuruhnya pergi dan jangan mengganggu kehidupannya.Tiba-tiba hantu itu berhenti di tempat Kane telah mendorongnya.Kemudian sosok itu berbalik,sekali lagi dengan sosok mengerikan yang berlumuran darah dan rambut kusut menjuntai.

"Balas dendam!"hantu itu berteriak.Kemudian bersiap menerjang tubuh Kane.Samurai itu lalu melangkah mundur dengan ekspresi wajah yang ketakutan amat sangat,kakinya terpeleset dan ia jatuh ke belakang tebing.Terdengar suara hantaman sangat keras saat laki-laki itu terjatuh.Lalu keadaan langsung berubah sunyi..
.
.
.
Dan pada malam yang sama,angin kencang bertiup di rumah Kane,menghantam setiap sudut bangunan rumah.Kemudian sebuah petir menyambar dan membakar rumahnya sampai habis tak bersisa.Para tetangganya mengklaim bahwa mereka bisa mendengar suara angin yang seperti berkata,"Balas dendam.", berulang-ulang.

»»  Selengkapnya...

Kamis, 26 Agustus 2010

Story 9: The Call


Orang tua Lisa sedang pergi malam itu.Lisa yang malang akhirnya harus tinggal di rumah menjaga kedua adiknya yang masih kecil.

"Apa?jadi kalian akan pulang larut malam ini?oh tapi mom hari ini aku ada janji berkumpul dengan teman-teman nanti." terdengar suara Lisa yang sedang berbicara dengan ibunya di telepon.
"Iya,iya aku tahu.tapi kan.."
Tut-tut-tut-tut.Bunyi telepon terputus.Lisa kelihatan kesal.Ucapan terakhir yang ia dengar dari telepon itu hanya, "Pokoknya jaga rumah sampai kami pulang.Kami sayang padamu."

Lisa menggerutu.Kini ia harus menjadi anjing penjaga yang baik dirumahnya?sementara teman-temannya bersenang-senang malam ini?

Setelah berjam-jam bolak-balik mengganti saluran tv,akhirnya Lisa menemukan film bertema romance favoritnya.Saat sedang asyik menonton ,tiba-tiba kedua adiknya yang tadinya asyik bermain di lantai atas datang sambil berteriak-teriak kepada Lisa."Kami lapar."rengek mereka.

Lisa terlihat jengkel."Oh..bisakah kalian diam?Oke-oke,aku akan membuatkan kalian spaghetti."

Sementara Lisa sibuk di dapur telepon di ruang tamu berdering.Adiknya yang pertama segera mengangkat telepon,"Halo,disini keluarga Smith." 
...............
Sunyi, tidak ada jawaban.

Lisa yang baru selesai membuat spaghetti segera mengambil alih telepon."Halo,siapa ini?"tanya Lisa.
"Aku sudah dekat."jawab si penelepon.
Lisa kelihatan bingung,"Dekat? apa maksudmu?"
Tapi yang ada hanya suara saluran telepon yang terputus.Aneh.mungkin salah sambung,pikir Lisa .Dia tidak terlalu menghiraukan penelepon tadi.

Selesai makan adik-adik Lisa merasa mengantuk,mereka berdua memutuskan untuk tidur siang.Sementara Lisa kembali menyalakan TV-nya untuk menonton lanjutan film yang tadi ia tonton.Baru beberapa menit ia duduk,telepon mulai berdering lagi."Benar-benar hari yang menyebalkan."gerutu Lisa yang kedua kalinya.

"Halo?"
"Aku sudah semakin dekat."jawab suara itu.
"Hah?maaf?"kata Lisa.
Tapi sekali lagi suara itu terputus.Kali ini Lisa benar-benar jengkel."Apa sih?sudah dekat,sudah dekat."omel Lisa merasa dipermainkan.Ia lalu memutuskan menelepon operator.
"Halo,ada yang bisa saya bantu?"ucap sang operator.
"Ya.Saya mendapatkan beberapa telepon aneh disini dan saya ingin tahu bisakah anda mencari tahu darimana telepon itu berasal?"pinta Lisa.
"Tidak."Jawab operator."Tapi saya bisa merekam saluranmu dan jika ia meneleponmu kembali,saya bisa memberitahumu lokasinya."
"Baik.Terima kasih."Lisa menutup gagang teleponnya.

Lisa mulai sedikit khawatir.Ia memutuskan untuk membangunkan adiknya.Sebagai tindakan jaga-jaga,takut situasi berubah menjadi gawat.Sempat terpikir di otak Lisa untuk menelepon orangtuanya tapi rasa gengsi mengurungkan niatnya."Tidak,tidak.Umurku sudah 17.Aku berani." ia meyakinkan dirinya.Merasa sudah cukup dewasa untuk mengatasi masalahnya sendiri.

Baru saja selesai berpikir,telepon di  rumahnya berdering lagi.Lisa merasa agak terkejut.Kemudian menyuruh adiknya duduk tenang di sofa."Halo."Kali ini suara Lisa terdengar tegas.

"Aku disini sekarang dan kau tahu? ini sangat tajam."ucap seorang pria sambil tertawa cekikikan.
"A..apa?apa yang sangat tajam?"tanya Lisa bingung."Di mana kau?"tanya Lisa lantang.
Tapi pria itu menutup teleponnya.Dan tak lama kemudian telepon berbunyi lagi.Kali ini suara operator.

"Keluar sekarang!Panggilan itu berasal dari dalam rumahmu!Saya akan memanggil polisi!Cepat keluar!"

Terkejut.Lisa langsung membanting telepon,meraih kunci dan anak-anak.Kemudian segera menerobos pintu keluar,lalu masuk ke dalam mobil.Sesaat kemudian sebuah mobil polisi tiba di rumah Lisa.Mereka segera keluar dari mobil.Memastikan apakah Lisa dan adiknya baik-baik saja.Kemudian masuk ke dalam rumah mencari penelepon aneh itu.Ketika dua orang polisi tepat berada di depan tangga yang menuju lantai dua,terlihat sosok pemuda sedang berdiri di sudut sambil memegang telepon selular dan pisau daging yang bersiap untuk turun ke bawah..


-Menurut kalian apakah nama di atas terdengar familiar?-

»»  Selengkapnya...

Selasa, 24 Agustus 2010

Story 8: Boneka Porselen

Ada seorang remaja perempuan yang populer,kaya dan bahagia baru saja berjalan melewati sebuah toko bersama ibunya.Gadis itu melihat sebuah boneka yang terbuat dari porselen,dan kelihatannya ia langsung tertarik dan ingin membelinya.
 
"Mom,aku mau beli yang itu ya.Boneka yang itu."ucap si gadis sambil menunjuk ke boneka yang menarik perhatiannya itu.

Ibunya menyetujui,"Saya beli yang itu." sambil menunjuk ke boneka dan meminta sang kasir untuk menghitungnya.

Sesampainya di rumah,si gadis segera membuka bungkusan boneka tersebut lalu menaruhnya di bawah tempat tidur.Kemudian pergi meninggalkan kamarnya untuk bermain di luar.
Ketika dia pulang,ternyata hari sudah malam.Merasa sangat lelah ia pun segera mengganti bajunya dengan baju tidur kemudian membanting tubuhnya ke tempat tidur.

Pada pagi harinya saat ia terbangun,ia melihat sepucuk surat yang ditindih di bawah lampu meja belajarnya.Di situ tertulis,
"Ibu dan Ayah pergi keluar kota selama seminggu.Kalau kamu ingin sesuatu minta  saja kepada Mrs.Tenny.Kami sayang padamu.Baik-baik ya.
-Salam mom and dad-"

Sang gadis menguap,dan tiba-tiba pipinya terasa sedikit sakit.Tapi ia tidak terlalu peduli.Ia hanya merasa sedikit senang karena orangtuanya pergi ke luar kota yang berarti kini ia bisa bebas melakukan apa saja selama mereka tidak ada.Lalu gadis itu pun berangkat ke sekolah.

Belakangan entah kenapa setiap kali ia bangun pipinya terasa sakit.Ini sudah tiga hari pipinya merasa sakit seperti itu.Ia memutuskan untuk mengeceknya di cermin.

Betapa terkejutnya dia melihat sebuah benjolan besar ada dipipinya."Jerawat sialan."gerutunya.

Gadis itu lalu segera menekan jerawat dipipinya.Tapi tunggu ada yang aneh.Gadis itu merasa ada sesuatu yang sedang bergerak-gerak di dalam benjolannya itu.Ia mencoba menekannya keluar dan ternyata yang dilihatnya itu sebuah laba-laba! Aaakkkkhhh...gadis itu menjerit ketakutan.
Si gadis terus menjerit-jerit karena laba-laba yang keluar dari benjolannya itu ternyata bukan hanya satu,tapi dua, tiga, sepuluh, lima belas, dua puluh.Entah ada berapa! Sepertinya ada jutaan laba-laba kecil yang keluar dari benjolan anehnya itu!

Tapi sayang jeritan si gadis tersebut ternyata sia-sia karena di dalam rumahnya yang besar tidak ada satupun orang selain dia sendiri.Akhirnya gadis itu pun mati dalam keadaan tragis karena terlalu banyak menerima racun dari gigitan laba-laba sementara ratusan laba-laba masih keluar dari dalam benjolan dipipinya itu.

Apakah kalian tahu darimana asal laba-laba itu?

Hm.Rupanya laba-laba itu berasal dari Boneka Porselen yang dibelinya beberapa waktu lalu yang kini masih berada di bawah tempat tidur sang gadis.

»»  Selengkapnya...

Sabtu, 21 Agustus 2010

Story 7: 1 2 3 4

Seorang gadis yang bernama Jenna mengundang 3 orang temannya untuk pesta tidur yang akan ia adakan malam ini.

"Hai,guys.Kalian bisa datang kan nanti malam? Ingat ya jam 7."Jenna mengingatkan.

Malam harinya ketika ia membuka pintu, ternyata yang datang hanya satu,yakni si Mary.Karena Jenna sudah mempersiapkan segalanya,akhirnya mereka bersenang-senang hanya berdua.

"Oya orangtuamu mana?"tanya Mary
"Mereka ada urusan mendadak dan kini sedang menginap di rumah nenekku yang berada di Arkansas."
"Memangnya kau tidak takut ditinggal sendirian?"
"Sebenarnya sih aku dititipkan ke bibiku.Tapi karena aku ingin mengadakan pesta tidur jadi kubilang padanya tidak perlu khawatir."
"Jadi kau mengusir bibimu?"canda Mary
Jenna tertawa,"Ya bisa dikatakan begitu,soalnya pesta tidur dengan didampingi orang dewasa kan tidak seru."
Mereka berdua sama-sama tertawa,"Tapi kalau aku jadi kau,aku akan tetap meminta bibiku disini."ujar Mary tiba-tiba serius.
"Karena kau tahu?tentang pembunuhan yang akhir-akhir ini marak dibicarakan."bisik Mary
"Oh maksudmu tentang pembunuh bertopeng yang suka membunuh gadis remaja berambut pirang?"balas Jenna bertanya.
Mary lalu terdiam sejenak."Ups."bisik Mary.
"Kenapa?"Jenna bingung.
"Oh tuhan.Rambutku kan pirang!"teriak Mary pelan.
"Astaga.Jadi kau takut?"goda Jenna.
Mary kelihatan sedikit ketakutan."Oh ayolah tidak akan ada yang terjadi.Kau kan tahu diantara blok rumah lain,blok rumahku ini yang paling aman.Bahkan seekor musang pun tidak akan berani masuk kesini."Jenna berusaha menenangkan Mary.
"Tapi kita bicara soal pembunuh bukan seekor pencuri celana dalam."suara Mary hampir terdengar seperti orang tercekik saat menyebut kata 'pembunuh'.

Jenna tetap berusaha menenangkan Mary memintanya tidak perlu terlalu khawatir.Akhirnya sekitar jam 11 mereka berdua beranjak tidur."Selamat malam."

Sekitar lima belas menit kemudian Jenna yang belum terlalu lelap tidur mendengar suara.

"1....2....3....4...." dengan irama lambat.

Jenna tidak terlalu menghiraukannya.Ia berpikir mungkin itu hanya Mary yang sedang sibuk menghitung supaya bisa tidur.

Tapi pada pukul 3 pagi,Jenna yang terbangun karena ingin pergi ke kamar mandi mendengar suara lagi..

"565,566,567..."

"Ha? apa Mary sudah gila?" batin Jenna.Heran karena temannya itu masih menghitung.

Jenna lalu mampir ke kamar sebelah.Membuka pintunya lalu meraih tombol ON yang ada di dinding samping pintu untuk menyalakan lampu kamar Mary.

"Aaaarrrrrggggghhhhh...."teriak Jenna histeris.

Ternyata saat ia berbalik yang dilihatnya adalah sesosok pria tegap berbalut jubah dan bertopeng seperti film 'Scream'.Kau tahu, pria itu sedang memegang kepala Mary yang kini sudah terpisah dari tubuhnya sambil mencabut rambutnya satu demi satu!

-Conversation written by me-

»»  Selengkapnya...

Jumat, 20 Agustus 2010

Story 6: Hantu di Facebook

Berikut cerita Campfire Tales kali ini akan benar-benar membuat kalian ketakutan.Jadi simaklah baik-baik..
Di dalam kamar Tasya sedang menyalakan laptop.Dia sedang membuka Facebook.

"Em...friend list gue masih 98.Belum nambah."

Tasya belum lama ini pindah ke Jakarta,sebelumnya dia tinggal di Padang bersama mamanya.Sebenarnya Tasya tidak terlalu perduli dengan Facebook karena orang-orang di Padang tidak terlalu demam FB seperti orang-orang Jakarta.Tapi karena sekarang dia di Jakarta,mau tak mau harus punya akun jejaring tersebut,kalau tidak bisa-bisa dicemooh teman-teman sekelasnya sebagai 'manusia langka yang gak gaul'.

Mata Tasya lalu tertuju ke tulisan di Wall-nya.Disitu ada satu pesan tertulis dari Tito.Wajah Tasya langsung berubah cemberut.Yah,bagi Tasya cowok yang bernama Tito ini sangat menyebalkan.Laki-laki ini tidak ada henti-hentinya mendekati Tasya.Berharap bisa jadi pacarnya.Tapi sayang sekali Tito bukan tipe laki-laki idamannya.

Matanya masih menelusuri status teman-teman FB-nya.Sama sekali tidak berniat untuk membalas pesan Tito.Tapi yang ia temukan kebanyakan hanya status yang tidak penting seperti Yudi yang lagi main futsal,Kiki yang lagi fall in love with someone,dan Loni yang katanya tidak bisa lepas dari buku karangan Stephanie Meyer,Twilight Saga.

Tasya tidak berniat untuk mengomentari status-status itu,yang ia butuhkan sekarang hanya teman baru.Rasanya sulit mencari teman yang bisa di ajak ngobrol nyambung, kebanyakan hanya sebatas basa-basi.Tasya sama sekali tidak punya sahabat karib.Mungkin karena Tasya terbiasa sendirian soalnya papanya kini berada di Rumania dan tidak pernah kembali,mamanya juga sibuk bekerja.Sehingga menjadikan pribadinya sulit percaya kepada orang lain.

Tasya lalu membuka daftar orang-orang yang disarankan FB untuk jadi teman.Ternyata tak ada satupun yang dikenalnya dan hampir semua tampang dan gayanya itu..em apa itu sebutannya?ya.alay.

Saat membaca tulisan Loni yang berisikan bahwa ia sedang kesengsem Twilight,Tasya jadi berpikir mungkin seharusnya dia cari teman cowok kayak Edward Cullen,disamping tampan,Edward juga gak suka tebar pesona dan dia juga setia sama ceweknya.

Tasya mulai mencoba mengetik di kolom search "Edward".

Dalam hitungan detik,list yang bernama Edward pun muncul,kebanyakan mengaku sebagai Edward Cullen bahkan beberapa di antaranya sangat tidak tahu malu.Memasang wajah aktor tampan itu sebagai profil? Dasar penipu!

Tapi tunggu,ada yang beda.Tasya memperhatikan sebuah foto yang wajahnya terkesan dingin dengan hidung mancung,alis tebal dan bibir agak tipis.Di bawah foto tertulis: Edward Daniel,Indonesia.Hmm,mungkin cowok ini keturunan bule.

Tanpa berpikir lagi,Tasya segera mengklik tombol add."Semoga aja dia mau jadi teman gue."

Tasya terus menerus membuka FB-nya untuk mengecek apakah permintaannya sudah diterima.Tasya benar-benar betah menatap foto Edward yang terkesan misterius tetapi mempesona itu berlama-lama.

Beberapa hari kemudian saat Tasya membuka FB-nya,temannya sudah bertambah satu.Ternyata Edward Daniel! Tasya kegirangan.Ia pun segera menelusuri data pribadinya.Apa? fotonya cuma ada 1? infonya juga singkat: single,tertarik kepada wanita,hobi membaca dan alamat yahoomail-nya.Selain itu dia cuma punya 13 teman,termasuk Tasya.Aneh juga ini orang.

Tiba-tiba ada pesan masuk dari chat."Hallo.."dari Edward Daniel.Melihat pesan dari cowok itu Tasya cepat-cepat membalas."Hi.."

"Bisa bahasa Indonesia kan?" balas Edward.Hm,mungkin ia mengira Tasya itu bule soalnya nama di FB nya Natasya Kirkov.
"Bisa dong.Mama gue orang Indonesia.Gue kira lo yang bule."
Edward membalas,"Gue campuran.Papa orang Inggris.Di Jakarta gue tinggal sama keluarga mama.Papa kembali ke Inggris."

Tasya merasa mereka berdua senasib.Sama-sama ditinggal ayah.Tasya lalu bertanya,"Tinggal di Jakarta mana?"

Lima menit berlalu.Tidak ada jawaban dari Edward.Sampai sepuluh menit ternyata Edward sudah offline.Tasya kesal setengah mati.

Subuhnya Tasya diibangunkan oleh bunyi alarm.Saat membuka matanya,ia melihat laptop sedang menyala.Padahal ia yakin semalam sudah dimatikan.Dan yang lebih mengherankan,layar laptopnya kini dipenuhi foto Edward Daniel.Kemudian terdengar suara mamanya yang sedang berteriak memanggil Tasya.Tasya segera menoleh menjawab suara mamanya.Saat ia kembali mengarahkan pandangannya ke laptop,layar laptopnya kini sudah mati.Tasya mengucek matanya.Dan terbengong beberapa saat..

Tasya kelihatannya kecewa berat,sudah tiga hari ini tidak ada balasan dari cowok itu.Tasya berusaha menahan diri supaya tidak menulis puluhan pesan di Wall Edward.Takut nanti di cap agresif.Lalu di malam harinya..

"Sorry gak balas pesan kamu.Kemarin lagi banyak kerjaan." Wow!balasan dari Edward.Tasya kegirangan.

Tasya asyik chat dengan Edward.Sampai pesan Edward yang ini cukup mengagetkan.Sebab dalam isi pesannya Edward tahu kalau Tasya tinggal sendirian dengan mamanya.

"Kok kamu tahu papaku gak di Jakarta?"
"Tau dong.Papamu di Bukarest,Rumania kan?"

Tasya mulai curiga jangan-jangan cowok ini kenalan mamanya/kenalan dari teman sekolahnya.Tapi Edward menyangkal,ia berkata hanya tahu aja.Bahkan yang lebih mengejutkan Edward sampai tahu baju apa yang dipakainya saat ini.

"Ngg..Kalo gak salah nama papamu Antony Kirkov." Tasya hanya bisa melongo membaca pesan dari Edward. "Tau darimana?"

Jantung Tasya berdebar gak karuan.Ia merasa Edward akan menuliskan sesuatu yang lebih mengejutkan lagi.

"Jangan kaget ya.Kayaknya papa kamu udah nikah lagi disana.Mereka udah punya anak berumur 2 tahun."

Syok.Tasya menjatuhkan Blackberry hadiah pemberian mamanya saat ultah ke-17 dari genggamannya.Setelah tenang,Tasya segera membalas,"Jangan kelewatan dong kalau bercanda!"Edward membalas,"Itu beneran kok.Kamu marah ya?Oke deh,bye." Edward sudah offline.

Kesal bercampur marah,Tasya menceritakan tentang cowok bernama Edward ini ke mamanya.Dan siapa sangka ternyata mamanya malah membenarkan perkataan Edward bahwa ayahnya memang sudah menikah lagi.Tasya benar-benar sedih dan kecewa.

Tasya menulis pesan di dinding Edward,"Kamu gak salah kok.Papaku emang udah nikah lagi.Tapi gue heran,kok kamu tahu?" Edward langsung membalas,"Gue kan serba tahu.Gue juga tahu kalo lo suka makan spaghetti yang ditaburin bawang goreng."

Ajaib nih orang,pikir Tasya.Semua ini benar-benar membuat Tasya penasaran,jangan-jangan dia tetangganya.Tasya mengetes Edward,"Tebak sekarang gue lagi baca buku apa?"

"Halah,kamu kan lagi gak baca buku.Seharian ini kan kerjaan kamu cuma baca majalah & nonton TV."
"....???!!!!"
"R U still there?"

Tasya segera menatap sekeliling.Rasanya sangat aneh.Udara lebih pengap dan terasa dingin daripada biasanya.Bulu kuduk Tasya meremang.

Mendadak BB Tasya berbunyi.Tasya tersentak kaget.Sebuah nomor tak dikenal? 
"Hallo..siapa nih?"
"Edward Daniel."
"Haaaa.......?!Tasya semakin kaget.Dia sama sekali tidak menaruh nomor HP di data pribadi FB-nya!
"Ha-ha-ha-ha-ha....!!!"Terdengar suara tawa berat dan menyeramkan dari seberang sana!

Tasya syok!
Tawa Edward Daniel membuat Tasya trauma.Kalian tahu, suara tertawanya itu lebih seram dari suara hantu di film horor.

Hari itu BB Tasya berdering beberapa kali dengan nomor sama.Tasya ketakutan.Ia mematikan Blackberrynya.Giliran telepon rumahnya yang berdering.Dan tentu saja itu dari Edward Daniel.

"Aaarrrgggggghhhhh.."teriak Tasya ketakutan.

Sudah tiga hari berlalu setelah kejadian menakutkan itu.Wajah Tasya tampak pucat.Tito lantas berkunjung ke rumahnya.Tasya bercerita kepada Tito mengenai Edward Daniel dan meminta Tito menyelidiki cowok yang katanya tinggal di Bintaro itu.Tito mendapatkan info mengenai cowok itu dari temannya.

"Edward udah meninggal tiga bulan lalu." Tasya terperangah.Ternyata benar dugaannya.
"Dia meninggal ditusuk sama pacar teman FB-nya.Dikira cowok itu, Edward dan ceweknya selingkuh."
Tasya menyimak cerita Tito..
"Terus cowok yang nusuk Edward juga udah meninggal dua bulan lalu.Jatuh dari apartemen.Gak jelas kejadiannya.Terus si cewek katanya juga suka nerima pesan dari Edward di FB.Bahkan suka nelpon dan muncul mendadak kalau cewek itu lagi sendirian.Sekarang cewek itu trauma dan udah pindah ke Surabaya."

Tasya bergidik.Tidak ingin melanjutkan pembicaraan ini lebih detil lagi.

Pada sore harinya,Tasya dan mamanya menangis.Tito dikabarkan tewas karena kecelakaan.Menurut saksi mata,tadinya kecepatan mobil yang dikendarai Tito normal tapi tiba-tiba jadi berderum kencang dan akhirnya menabrak pohon.

Tasya berpikir jangan-jangan ini ulah Edward.Dan tiba-tiba saja ia berteriak histeris."Aaaargggghhhh!!"

Ternyata Edward sedang persis berdiri di samping Tasya,mengelus rambutnya sambil tersenyum menyeramkan! 

-Diringkas dari buku Ghost.com-

»»  Selengkapnya...

Rabu, 18 Agustus 2010

Story 5: Ghost in the Alley


Rumor mengatakan bahwa gang yang berada di belakang kedai minuman itu angker.Menurut cerita, ada seorang gadis muda yang mati terbunuh disana.Orang-orang segera menghindari gang itu ketika hari beranjak gelap.Mereka takut dengan rumor hantu gadis pendendam itu.

Suatu malam,seorang yang bernama O'Hare mampir ke bar tersebut.Dan ia benar-benar banyak meneguk alkohol sehingga mabuk berat.O'Hare dikenal warga setempat sebagai orang jahat yang senang mengganggu wanita dan anak-anak.Dalam keadaan mabuk tiba-tiba ia mengatakan kepada orang-orang yang ada di bar , "Aku melihat gadis muda yang cukup cantik di gang belakang." Mendengar kata-kata O'Hare,sang bartender  membeku saat tengah memoles gelas dan para pengunjung bar langsung saling bertukar pandang.Mereka berpikir jangan-jangan gadis muda yang dilihat itu adalah sang hantu pendendam.

O'Hare segera melangkah kembali ke gang yang ada di belakang bar.Para pengunjung bar terdiam dan hanya menatap gelas mereka.Tidak ada satupun dari mereka yang mencoba untuk menghentikan pria mabuk itu.Ketika suasana mulai tenang salah satu pengunjung mengatakan,"Dia pantas mendapatkannya." Bartender yang kembali memoles gelas keduanya berpikir,mungkin O'Hare harus belajar kembali tentang apa arti dari kebaikan dan cara menghormati orang lain.

Tapi tiba-tiba telinga mereka langsung dikagetkan dengan suara jeritan yang mengerikan dari belakang bar.Semua orang langsung berpikir,Benarkah ada hantu di luar sana?Ataukah O'Hare yang sedang bermain-main dengan wanitanya?

Orang-orang di dalam bar pun segera berhamburan keluar menuju pintu belakang bar.Mereka semua merasakan suatu hawa dingin yang tidak biasa.Dan mata orang-orang itu terpesona oleh seberkas cahaya.

Sang bartender segera mencari tahu apa yang terjadi dengan mendesak tubuhnya agar terus maju ke depan barisan kerumunan orang-orang tersebut.Lalu matanya segera tertuju ke O'Hare yang kini sedang terbaring di bawah cahaya putih terang dengan kondisi yang menggenaskan.Terlihat kalau tenggorokannya habis dicabik-cabik.Darahnya menyembur kemana-mana.Sungguh pemandangan mengerikan.Tapi yang tak kalah menakutkan adalah sesosok tubuh transparan yang sedang melayang di atas O'Hare dan kini sedang memelototi tubuh penuh darah itu yang kemudian berpaling menghadap kerumunan.Matanya bersinar kemerahan seperti api membara.Bibirnya penuh dengan darah dan terlihat ia sedang menjilati darah yang ada di bibirnya.Hantu itu menatap leher sang bartender sejenak lalu menghilang bersama cahaya putih terang itu.

Para pengunjung benar-benar di buat terpaku oleh hantu gadis muda itu.Dan tidak lama kemudian nafas O'Hare mulai terengah-engah lalu ia pun meninggal.

Pihak berwenang segera dipanggil untuk mengurus jenasah O'Hare.Meskipun skeptis pada awalnya,mereka akhirnya yakin,karena telah begitu banyak saksi mata yang pernah melihat hantu melayang di atas orang sekarat.

Sang bartender akhirnya mengundurkan diri dari pekerjaannya dan esok paginya ia langsung pergi meninggalkan kota.Mungkin memori tentang hantu wanita pembunuh yang menatap lehernya itu telah  mendorongnya untuk mencari tempat lain untuk bekerja.

-Pembawa Acara-

»»  Selengkapnya...

Senin, 16 Agustus 2010

Story 4: Misteri Zodiac Killer

Nama : Clover Lee
Umur : 17 tahun
Web  : clovercello.blogspot.com







Misteri yang belum terpecahkan hingga sekarang, mengenai seorang pembunuh berantai yang beroperasi di daerah California Utara sekitar tahun 1960 - an. Identitas Zodiac killer belum diketahui hingga saat ini. Nama Zodiac killer diciptakan karena sering munculnya penyebutan Zodiac dalam serangkaian surat yang dikirim ke media pers setempat.Tidak ada yang mengetahui siapa pengirimnya, yang jelas, di dalam surat - surat itu tersimpan kriptogram dan sandi - sandi yang membingungkan. Tiga dari surat itu belum terselesaikan hingga saat ini.

Korban dari Zodiac killer dibunuh di empat tempat yang berbeda, diantaranya Benicia, Vallejo, Danau Berryessa, dan San Fransisco. Empat pria dan tiga wanita yang diperkirakan berumur 16 - 29 tahun menjadi korbannya antara bulan Desember 1968 sampai Oktober 1969. Sejumlah tersangka telah ditetapkan oleh penegak hukum, namun tidak ada cukup bukti yang membuktikan bahwa mereka adalah pelakunya.

Kepolisian San Fransisco menutup kasus ini pada tahun 2004 karena mengalami kebuntuan dalam penyelidikan, namun kasus dibuka kembali pada tahun 2007. Kasus ini juga dibuka kembali di kota Vallejo, Napa County, dan Solano County. Bahkan Departemen Kehakiman California telah mempertahankan kasus ini sejak tahun 1969.

Dalam suratnya yang dikirim ke surat kabar lokal, ia mengklaim telah melakukan pembunuhan sebanyak 37 kali. Tetapi, setelah dilakukan penyelidikan, hanya 7 korban yang diketahui, bahkan dua diantaranya selamat.

Entah mengapa kebanyakan korban Zodiac killer adalah pasangan muda mudi.
The Victims
Korban-korban yang telah diidentifikasi:

1. David Arthur Faraday (17) dan Betty Lou Jensen (16) ditembak dan dibunuh pada tanggal 20 Desember 1968 di Danau Herman Road.

2. Michael Renault Megeau (19) dan Darlene Elizabeth Ferrin (22) ditembak pada tanggal 4 Juli 1969 di lapangan parkir Blue Rock Springs Park di Vallejo. Michael selamat dari serangan itu, tapi Ferrin meninggal ketika dibawa ke rumah sakit terdekat.

3. Bryan Calvin Hartnell (20) dan Cecelia Ann Shepard (22). Keduanya ditusuk di danau Berryessa pada tanggal 27 Sepetember 1969. Bryan bertahan dengan 6 luka tusukan dari belakang, sedangkan Cecelia tidak dapat bertahan dan meninggal pada tanggal 29 September 1969.

4. Paul Lee Stine (29), ditembak pada tanggal 11 Oktober 1969 di lingkungan Heights Presidio, San Fransisco.

Uniknya, Zodiac killer mengirimkan surat - surat kepada media cetak setempat. Pada tanggal 1 Agustus 1969, tiga surat yang diduga berasal dari Zodiac killer diterima oleh Vallejo Times Herald, The San Fransisco Chronicle dan San Fransisco Examiner.

Surat-surat itu berisi tentang pembunuhan di Danau Herman Road dan Bue Rock Springs, kriptogram dan lebih dari 400 simbol yang diduga berisi jati diri Zodiac killer.

Dalam surat ini pelaku meminta agar surat yang ia kirimkan tadi dimuat di halaman pertama media cetak tersebut. Bila tidak, ia mengancam akan melakukan pembunuhan tiap malam. Selama media cetak itu menerbitkan harian dengan headline surat dari pembunuh itu, tidak ada laporan terjadinya pembunuhan di daerah itu.

Pada tanggal 7 Agustus 1969, surat yang lain diterima oleh San Fransisco Examiner. Dalam salam pembuka surat itu, tertulis " Dear Editor, This is the Zodiac speaking". Ini adalah pertama kalinya sang penulis surat menyebut namanya dalam surat yang ditulisnya.

Surat itu ditanggapi oleh Chief Stiltz, dan ketika berita itu dimuat, Chief Stiltz meminta sang penulis surat atau Zodiac killer memberikan rincian yang lebih detail untuk membuktikan bahwa ia benar - benar membunuh Faraday, Jensen, dan Ferrin.

Penulis surat misterius itu kemudian membalasnya dengan memberikan rincian yang sama persis dengan kasus pembunuhan korban Zodiac killer tadi.

Pada tanggal 8 Agustus 1969, Donald dan Bettye Harden dari California berhasil memecahkan kriptogram dan simbol - simbol dalam surat itu. Sayangnya, mereka tidak menemukan nama atau identitas pelaku dalam surat- surat itu.

Pada tanggal 14 Oktober 1969, The SF Chronicles kembali menerima surat dari Zodiac killer, dalam suratnya kali ini, dia mengancam akan melakukan penembakan kembali terhadap anak - anak sekolah.

Pada tanggal 8 November 1969, Zodiac killer kembali mengirimkan surat. Kali ini berisi kriptogram sebanyak 340 karakter.

Zodiac killer terus berkomunikasi dengan pihak yang berwenang hingga akhir tahun 1970. Dalam salah satu suratnya, dia pernah menyertakan diagram bom rakitan yang akan digunakannya untuk meledakkan bis sekolah. Ia juga menyertakan simbol The SF Chronicles menerima surat lagi pada tanggal 8 Juli 1974. Surat ini tidak ada nama pengirimnya, hanya sebuah surat yang berisi keluhan tentang kolumnis dan di tanda tangani dengan "Phentom Red", seperti lilin yang dicairkan dan ditempel dengan stempel khusus.
The Suspects
Arthur Leign Allen, tersangka utama yang diduga sang Zodiac killer. Namun, sidik jarinya tidak cocok dengan sidik jari yang ditemukan pada korban. Arthur meninggal pada tahun 1992 karena diabetes dan gagal ginjal.

Hingga saat ini, misteri tentang Zodiac Killer belum terungkap, sebagian orang menganggap Zodiac killer adalah seorang psikopat.


»»  Selengkapnya...

Kamis, 12 Agustus 2010

Story 3: Joliet The Haunted Cursed Doll

Nama : Rivan 
Umur  : 19 tahun
Web   : vhanzam.blogspot.com






Joliet adalah boneka terkutuk dan berhantu. Cerita mengatakan bahwa Joliet berasal dari 4 generasi sebelumnya, dari sebuah keluarga. Anna G mengatakan bahwa boneka ini diturunkan dari ibu ke anaknya di dalam keluarganya. Setiap anak perempuan dikutuk hanya akan memiliki 2 anak,perempuan dan laki-laki.Dan setiap anak laki-laki akan meninggal dalam 3 hari.Keluarga ini mempercayai bahwa anak-anak yang mati terkena kutukan akan menempati boneka ini sampai hari penghakiman.

Joliet sering didengar menangis di tengah malam dengan  suara beberapa bayi secara bersamaan."Suara tangisannya terdengar sangat jelas ",ucap Anna. Sering pula didengar suara teriakan yang membuat bulu kuduk merinding.

"Saya kehilangan anak satu-satunya dalam tiga hari.Keadaannya sangat misterius di rumah sakit.Ibu saya juga kehilangan anak laki-lakinya dengan cara yang sama seperti saya, begitu juga dengan nenek dan buyut saya.Saya telah diberitahu oleh ibu saya, boneka itu diterima buyutnya sebagai mainan dari seorang teman yang cemburu karena ketika itu buyut saya sedang hamil anak keduanya yang laki-laki yang tak lama meninggal setelah tiga hari dilahirkan."

Sampai sekarang boneka itu masih dirawat Anna dengan baik, karena ia percaya roh anak laki-laki dari keluarganya terjebak dalam boneka itu."Kami tidak mencoba untuk menyingkirkan boneka itu, karena kami tahu jiwa anak kami yang hilang telah terperangkap di dalamnya dan saya tidak ingin mereka celaka.Ini adalah kutukan berhantu yang diterima keluarga saya.Saya sudah berkonsultasi dengan media, psikolog dan mereka bilang saya gila..Tapi saya tahu apa yang saya rasakan dan saya tahu bahwa semua itu benar!" tegas Anna.


»»  Selengkapnya...

Selasa, 10 Agustus 2010

Story 2: Screaming Jenny

Nama : Dessy
Umur  : 16 Tahun








Sebuah gudang penyimpanan tua yang terletak di sepanjang rel stasiun Harpers Ferry sudah ditinggalkan tidak lama setelah Baltimore&Ohio Railroad dibangun.Gudang yang sudah tidak terpakai itu lalu berubah menjadi semacam tempat penampungan bagi orang-orang miskin.Hidup di dalam gudang tua itu terutama saat musim dingin tidaklah nyaman.Karena angin yang berhembus dapat melewati celah-celah yang ada di setiap bagian gudang.

Seorang wanita yang bernama Jenny tinggal sendirian di sebuah gudang yang lebih kecil karena tidak mempunyai keluarga maupun sanak saudara.Hidup yang ia dijalani sangat sulit, ia harus bekerja keras sendirian.Ia rela bekerja kasar demi mendapatkan uang meskipun yang diterimanya itu tidaklah seberapa.Yang kadang-kadang untuk makan saja tidak cukup.Dia juga wanita yang terbilang baik hati karena selalu membantu warga sekitar terutama saat ada yang sakit.Jenny rela tidak makan hanya untuk memberikan jatah makanannya kepada orang yang jatuh sakit itu.

Di suatu malam yang dingin kira-kira pada akhir musim gugur,Jenny duduk menggigil kedinginan di depan perapian kecilnya.Ia sangat lapar,makanan yang tersisa hanyalah semangkuk kaldu.Saat ia sedang menikmati mangkuk kayu yang berisi kaldu itu, tanpa disangka rok Jenny terpercik api perapian.Wanita itu sama sekali tidak sadar kalau roknya terkena percikan api.Saat ini ia hanya fokus untuk menghilangkan rasa sakit perut karena kelaparan.Sampai saat api itu mulai menembus rok woolnya yang tebal dan membakar kulitnya,Jenny baru sadar kalau ia terbakar!

Jenny langsung panik.Ia menyiram roknya yang terbakar dengan kaldu yang tersisa.Tapi api itu tidak padam.Jenny lalu segera keluar mencari pertolongan.Ia berteriak di sepanjang rel untuk meminta bantuan karena dirinya saat ini sedang dilalap api.Wanita itu terus berteriak.Tolong,tolong!!!



Sedikit demi sedikit api itu semakin menggerogoti tubuh Jenny.Ia berusaha mencapai stasiun dengan harapan akan ada orang yang akan memadamkan apinya.Tapi langkahnya semakin lambat.Tubuhnya saat ini mengalami perih yang luar biasa.Rasanya sangat panas.Bermacam rasa bercampur menjadi satu, sakit,perih,panas.Hingga akhirnya api itu membungkus dirinya seperti sebuah obor besar.Tapi Jenny belum menyerah.Ia masih berteriak-teriak minta tolong untuk dipadamkan apinya.

Lalu dengan kondisi seluruh tubuh terbakar,Jenny berjalan terhuyung-huyung,tidak tahu harus kemana karena seluruh panca inderanya kini hanya bisa merasakan sakit.Ia sekarang berjalan tepat dalam jalur putaran kereta api di sebelah barat.
Di dalam penderitaannya Jenny tidak tahu kalau saat ini sebuah kereta api sedang melaju kencang di depannya.Ia tidak dapat melihat cahaya lampu kereta api maupun mendengar suara decitan rem kereta api yang mencoba berhenti.Sesaat kemudian suara jeritan Jenny yang mengerikan itu terputus seketika digantikan dengan suara kereta api yang mencoba berhenti melaju.

Para kru stasiun segera berlari ke lokasi kejadian.Berusaha memadamkan api di tubuh Jenny yang kini sudah menjadi mayat.Orang-orang miskin yang tinggal disekitarnya lalu membawa tubuh Jenny untuk dimakamkan dalam kuburan tak bertanda di sebuah gereja lokal.

Beberapa hari kemudian orang-orang miskin yang tinggal di gudang tua itu pindah ke tempat lain.Jenny pun kini terlupakan.

Beberapa bulan kemudian,sebuah kereta api melintas di jalur putaran kereta api di sebelah barat.Masinis kereta api itu terkejut bukan kepalang karena melihat sebuah bola api besar yang sedang menjerit-jerit.Ia berusaha untuk menghentikan kereta apinya.Ketika keretanya berhenti,masinis itu langsung melompat keluar mencari tubuh terbakar yang tadi.Tapi..tidak ada apa-apa.

Masinis itu segera melaporkan kejadian itu ke stasiun setempat.Lalu para kru stasiun teringat dengan seorang wanita yang menjerit kepanasan karena terbakar dan tertabrak kereta beberapa bulan lalu.Mereka sadar bahwa Jenny kini kembali untuk menghantui jalur tempat dimana ia meninggal.

Sampai sekarang hantu yang disebut sebagai Screaming Jenny ini masih suka muncul di jalur barat stasiun Harpers Ferry pada hari peringatan kematiannya.Banyak masinis yang sudah berhadapan dengan sosok hantu bola api yang sedang menjerit itu.Sesosok hantu malang yang sia-sia mencari seseorang untuk menyelamatkannya.

»»  Selengkapnya...

Jumat, 06 Agustus 2010

Story 1: The Flying Dutchman

Nama  : Annisa Mufidah
Umur  : 10 tahun
Web   : www.annisamufidah.com






Legenda The Flying Dutchman dikatakan telah dimulai pada 1641 ketika sebuah kapal Belanda yang tenggelam di lepas pantai Tanjung Good Hope. Menurut cerita rakyat, The Flying Dutchman adalah kapal hantu yang tidak akan pernah bisa berlabuh, tetapi harus mengarungi “tujuh lautan” selamanya. Flying Dutchman selalu terlihat dari kejauhan, kadang-kadang disinari dengan sorot cahaya redup. Banyak versi dari cerita ini. Menurut beberapa sumber, Legenda ini berasal dari Belanda, sementara itu yang lain meng-claim bahwa itu berasal dari sandiwara Inggris The Flying Dutchman oleh Edward Fitzball dan novel “The Phantom Ship” oleh Frederick Marryat, kemudian di adaptasi ke cerita Belanda “Het Vliegend Schip” (The Flying Ship) oleh pastor Belanda A.H.C. Römer.Versi lainnya termasuk opera oleh Richard Wagner dan “The Flying Dutchman on Tappan Sea” oleh Washington Irving. 
Kisah Kapal Hantu Flying Dutchman ini merupakan salah satu kisah yang sangat terkenal dan telah melegenda di seluruh dunia.Sudah banyak buku ditulis dengan mengangkat cerita legenda ini, bahkan dalam film Pirates of the Caribbean: Dead Man’s Chest (2006) dan Pirates of the Caribbean: At World’s End (2007) kapal hantu ini juga ikut dimunculkan. 

Wah, cukup seram. Apalagi dengan adanya pengakuan-pengakuan orang orang yang katanya pernah melihat kapal hantu Flying Dutchman. Berikut pengakuan-pengakuan orang yang sudah melihat penampakan Flying Dutchman. Beberapa Laporan Penampakan The Flysing Dutchman yang sempat didokumentasikan: 

 1823 : Kapten Oweb , HMS Leven mengisahkan telah dua kali melihat sebuah kapal kosong terombang ambing ditengah lautan dari kejauhan , namun dalam sekejap mata kapal tersebut kemudian menghilang. 

 1835 : Dikisahkan pada tahun itu , sebuah kapal berbendera Inggris yang terkepung oleh badai ditengah samudera, didatangi oleh sebuah kapal asing yang disebut-sebut sebagai Kapal Hantu The Flying Dutchman , kemudian secara tiba-tiba kapal asing tersebut mendekat dan seakan-akan ingin menabrak kapal mereka , namun anehnya sebelum keduanya saling berbenturan kapal asing tersebut kemudian lenyap seketika. 

 1881 : Tiga orang anak kapal HMS Bacchante termasuk King George V telah melihat sebuat kapal tak berawak yang berlayar menentang arus kapal mereka. Keesokan harinya, salah seorang daripada mereka ditemui mati dalam keadaan yang mengerikan. 

 1879 : Anak kapal SS Pretoria juga mengaku pernah melihat kapal hantu tersebut. 

 1939 : kapal ini terlihat di Mulkzenberg , beberapa orang yang menyaksikannya terkejut karena kapal usang tersebut tiba-tiba menghilang 

 1941 : Beberapa saksi mata dipantai Glencairn melaporkan sebuah kapal usang yang menabrak batu karang dan terpecah belah , namun setelah dilakukan penyelidikan di TKP , tidak ada tanda-tanda dari bangkai kapal tersebut. 

 1942 : Empat orang saksi telah melihat sebuah kapal kosong memasuki perairan Table Bay kemudian menghilang.Seorang pegawai telah mendokumentasikan penemuan tersebut di dalam catatan hariannya. 

 1942 : Penampakan The Flying Dutchman kembali terlihat oleh awak kapal laut militer M.H.S Jubilee di dekat Cape Town di bulan agustus 1942 

 1959 : Awak kapal Straat Magelhaen kembali melaporkan melihat sebuah kapal misterius yang terombang-ambing ditengah lautan dalam keadaan kosong dengan teleskopnya 

Bagaimana? Seram bukan? Sebagian orang menganggap ini hanyalah cerita dongeng saja, walau begitu, menurut saya, kisah ini akan menjadi  MISTERI ABADI SELAMANYA.

Mungkin Anda menganggap cerita itu absurd dan tak masuk akal. Tapi banyak pelaut yang mempercayainya. Pada 1880, Pangeran George dari Wales (kemudian dikenal sebagai Raja George V dari United Kingdom) saat masih muda sempat berlayar dengan kapal Bacchante ke tanjung itu dan menyaksikan penampakan tersebut pada pukul 4 pagi. Sang tutor, Dalton, melaporkan penampakan itu dalam jurnalnya. Sebagian orang juga menganggap ini hanyalah sandiwara Inggris. Kesimpulannya, Flying Dutchman belum terpecahkan hingga kini, dan mungkin akan menjadi misteri abadi.

Bagaimana dengan kalian? Percaya atau tidak?

»»  Selengkapnya...

Selasa, 03 Agustus 2010

OPENING! THE CAMPFIRE TALES

CAMPFIRE TALES 


Seperti yang sudah saya janjikan,untuk bulan Agustus ini saya membuat edisi khusus bertema Campfire Tales dimana di dalamnya berisi cerita-cerita horor.Dan tentunya cerita disini bukan hanya dari saya saja,tapi juga dari para pembaca.Untuk itu sekali lagi bagi pembaca yang ingin ikut berpartisipasi menyumbang cerita silahkan baca aturan mainnya di announcement.

Oya, disarankan bagi yang ingin membaca sebaiknya lakukan di malam hari,supaya sedikit banyak kalian dapat merasakan suasana perkemahan virtual ini (haha..ada-ada saja).Oke tanpa perlu banyak berbasa-basi saya selaku pembawa acara mengumumkan CAMPFIRE TALES DIMULAI.....

Cerita Pembuka dari Pembawa Acara

Cell 17-The Handprint


Pernah mendengar kisah Bekas Telapak Tangan di Carbon County Prison,kota Jim Thorpe?Penjara yang menyimpan banyak kisah ketidakadilan itu dijadikan sebuah museum pada tahun 1955.Apakah kalian tahu tempat apa yang paling sering dikunjungi? Ya.Itu adalah kamar penjara 17.

Disini,di sel 17 kalian bisa menemukan bekas-bekas telapak tangan yang menempel di dinding-dinding tua yang sudah lapuk itu.Tapi kalian mungkin akan berpikir, "Apa maksudnya telapak tangan itu?Apakah itu sebuah lelucon?" Jawabannya: Tidak.

Telapak tangan yang membekas disana itu adalah bukti ketidakadilan dari korban fitnahan sekelompok orang.Handprint itu ingin memberitahukan "Saya tidak bersalah!" Lantas,apa yang melatarbelakangi kisah di balik handprint itu? Berikut saya ceritakan kisahnya..

Pada tanggal 21 Juni 1877 seorang pria dituduh bersalah atas kasus pembunuhan dua orang mandor tambang batu bara di kota Jim Thorpe.Ia dan ketiga orang lainnya akan segera dihukum mati.

Pria yang diketahui bernama Alexander Campbell itu merupakan seorang keturunan Irlandia yang pindah ke Amerika pada tahun 1868.Awalnya ia hanya bekerja sebagai operator sebuah kedai lokal tapi tidak berapa lama kemudian Campbell pindah ke Pennsylvania,Storm Hill-Carbon County dimana ia bekerja sebagai perekrut anggota untuk AOH (Ancient Order of Hibernians)dan menjadi pemilik sebuah hotel serta distributor minuman keras.

Campbell lalu dituduh sebagai pembunuh.Ia juga dicurigai sebagai salah satu anggota organisasi teroris dari Molly Maguires.Sebuah organisasi pro aktif yang ingin menuntut persamaan hak bagi para pekerja imigran Irlandia.

Alexander Campbell mengaku tidak bersalah,"Saya tidak berada di tempat kejadian,saya hanya berperan sebagai aksesoris." (orang yang membantu dalam pelaksanaan kejahatan tapi tidak benar-benar berpatisipasi dalam pelaksanaan kejahatan sebagai pelaku bersama).Meski begitu ia tetap dijatuhi hukuman mati.

Ya,tentu saja dengan alasan apapun campbell membela diri,pengadilan tetap akan menghukum mati dirinya.Karena tampaknya semuanya sudah diatur.Bukti yang dikumpulkan oleh detektif tunggal dari Pinkerton Agency sampai hakim pengadilan semuanya adalah anti Molly.Selain itu jurinya tidak dapat berbahasa Inggris, penganut Protestan, juga merupakan imigran Jerman & imigran Welsh yang terkenal akan ketidakramahan mereka kepada tetangganya yang Irlandia.Semuanya benar-benar jelas pengadilan memang ingin ia mati.

Alexander Campbell lalu dikirim ke Carbon County Prison dan dikurung di sel 17.Dan disinilah Campbell akan meninggalkan tandanya.

Pada saat ia akan dibawa keluar untuk dieksekusi,Campbell dengan segera menempelkan tangannya di dinding penjara yang sebelumnya telah ia kotori dengan tanah di lantai selnya,sambil berkata,"INILAH BUKTI KATA-KATA SAYA.BUKTI INI TIDAK AKAN PERNAH HILANG SELAMANYA.BUKTI INI AKAN MENJADI AIB YANG MEMALUKAN BAGI COUNTY KARENA TELAH MENGHUKUM ORANG YANG TIDAK BERSALAH!"


Lalu Alexander Campbell dan ketiga orang lainnya pun dihukum gantung bersama dengan 13 orang lainnya di tahun itu.Mereka semua yang digantung adalah orang-orang yang terlibat dengan Molly maupun imigran Irlandia.

Sejak saat itu,bekas telapak tangan itu benar-benar muncul.Semakin lama semakin jelas.Dan jika kalian bertanya,"Kenapa tidak dihapus/dihilangkan?".Ya tentu saja sudah.Semua usaha telah dilakukan untuk menghapus cap tangan itu.Mulai dari dicat ulang,digosok,plesternya diganti sampai dibangun ulang dengan dirobohkan.Tetap saja Telapak Tangan itu tetap ada.Bekas itu tetap akan muncul lagi dan muncul lagi.

Bahkan ahli forensik yang meneliti handprint itu dengan teknologi canggih pun tidak dapat menemukan penjelasan ilmiah yang logis.Mereka hanya bisa mencoba mengukur letaknya dan mencoba menghilangkannya supaya saat muncul kembali lagi nanti mereka bisa mengetahui apakah handprint itu muncul di tempat yang persis sama atau tidak.

Akhirnya pada tahun 2005 dan 2006 undang-undang yang disahkan pengadilan atas kasus Campbell waktu itu dianggap tidak sesuai dengan konstitusi negara.

Dan kini penjara yang telah mengurung orang-orang yang tidak sepenuhnya bersalah itu sudah ditutup.Pemerintah memutuskan untuk menjadikan penjara ini sebagai museum dengan nama THE OLD JAIL MUSEUM.


Kutipan Alexander dalam bahasa Inggris ”There is proof of my words. That mark of mine will NEVER be wiped out. It will remain forever to shame the county for hanging an innocent man.”

»»  Selengkapnya...