Jumat, 02 Juli 2010

Read This! Dunia Dibuat Terdiam 6 Menit Oleh Anak Kecil??

Perhatian Mohon Dibaca!

Saya tahu mungkin kalian sudah pernah membaca artikel satu ini.Tapi tidak ada salahnya kalau kita membaca ulang kalimat yang sangat dalam ini dari bibir seorang anak kecil berusia 12 tahun yang mewakili ECO dalam sebuah Konferensi UN Earth tahun 1992 berikut yang saya kutip dari politik.kompasiana.com




Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri.

Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaimana cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi – dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuangnya, beli dan kemudian buang.

Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: ” Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang ” .

Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun,bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.


Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak.

Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konferensi ini, mengapa anda melakukan hal ini – kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali.

Orang tua seharusnya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, ” Semuanya akan baik-baik saja ,kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya.”

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”.

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.

Bagaimana perasaan kalian setelah membacanya? 

Perasaan saya setelah membaca kalimat yang jujur dari seorang anak kecil ini langsung membuat saya terpaku sekaligus tersentuh.
Severn Suzuki benar tentang semuanya.Orang dewasa seringkali membuat kesalahan yang dianggap bukan kesalahan. Melainkan suatu tindakan yang harus dilakukan demi kebaikan, baik itu untuk seseorang/pun semua orang.Tapi pernahkah orang dewasa berpikir 3x tentang tindakan-tindakan mereka? Jika itu merugikan salah satu pihak dan butuh pengorbanan besar,mengapa mereka tidak mencari alternatif jalan yang lebih baik? Saya rasa pertanyaan itu harus direnungkan masing-masing pribadi.

Yang pasti kita semua patut meneladani sikap dan pemikiran Severn Suzuki ini.Jika semua orang memiliki pemikiran yang sama seperti Suzuki,dunia yang indah dan damai pasti dapat tercipta.Hanya kita yang hidup dibumi inilah yang bisa memutuskan seperti apa masa depan yang ingin kita dijalani.WE ALL THE FUTURE.

8 komentar:

  1. dan sekarang semuanya menjadi sulit ya,, tapi kehidupan harus terus berlanjut.

    BalasHapus
  2. Huhu....
    I agreed that girl...

    HAi orang-orang dewasa...
    Akankah kalian masih menutup mata dan telinga dengan ini...?

    Nice post kak...
    Aul suka...
    Dan Aul yakin siapa aja yang baca pasti juga suka...

    LANJUTKAN!!!!
    Aul behind You!

    BalasHapus
  3. haha..semangat 45 banget aul ini.thanks ats dukungannya.tapi sbnrnya ni postingan uda byk yg buat.tapi gak ada tggapan khusus alias cm baca aja.sharusnya yang sperti ini kan perlu tggapan.[yah,mgkn karena uda 8 th yang lalu kali ya]

    BalasHapus
  4. Saya sangat terpukau atas kemampuannya berpidato dan merangkai kata-kata.

    Btw, ada linknya gk

    BalasHapus
  5. Panjang bangeeeeeeeeeeeet, bagus juga nih, suasana baru lagi.. sekali-kali posting untuk motivasi, atensi untuk global warming untuk hidup yang lebih baik bagus juga.
    seperti renggotemple.com yang selalu mencoba untuk berbagi hal-hal positif untuk semua..
    thumb-up buat angel d(^_^)b

    BalasHapus
  6. @andika: kalau saya mengambil sumber dari kompas.untuk melihat di link lainnya kamu tinggal cari di google aja dg key: severn suzuki.nti akan muncul kq.tapi kalau mau cari sumber aslinya bakal sulit soalnya berita itu sudah lama dan banyak orang yang sudah mempostingnya.

    BalasHapus
  7. Aku setuju!!
    Aku nggak mau ngelihat dunia yang lebih buruk dari sekarang di masa depan!

    Aku nggak mau anak-cucuku nanti hidup di dunia yang rusak!!
    Aku nggak mau... *apa ya?*
    *gaje mode on*

    Tapi sumpah anak itu jago bikin pidato, ya~

    BalasHapus
  8. @maz: wkwkwk..thanks.ntar coba cari yang lain lagi.

    @amalia: yap.emg hebat umur segitu udah bisa pidato dengan kata-kata yang sedemikian rupa.[nusuk lagi]

    BalasHapus

Terima kasih telah membaca postingan diatas.Mohon komentarnya disini.Saya akan sangat menghargainya.