Sabtu, 13 November 2010

Anda Tahu Walt Disney?

Semua pasti pernah mendengar namanya kan? Sosok pendiri taman bermain Disneyland yang dicintai anak-anak dari seluruh dunia ini ternyata punya kisah perjuangan hidup yang panjang.Mau tahu seperti apa kisahnya sampai ia bisa mendirikan Disneyland? Check it out>> 

Walter Elias Disney dilahirkan di Chicago pada tanggal 5 Desember 1901. Ibunya Flora Call, adalah seorang wanita Jerman. Sedangkan ayahnya Elias Disney, adalah seorang keturunan Irlandia. Kehidupan keluarga Disney berpindah dari satu kota ke kota lain, karena Elias Disney, yang sebenarnya terpesona oleh dunia bisnis, tidak mempunyai kesesuaian diri dengan dunia itu dan seringkali mengalami kegagalan finansial.

Pada tahun 1906, keluarga Disney pindah ke daerah Marceline, Missouri, di tanah pertanian yang baru dibelinya. Walt Disney kecil menyukai kehidupan di daerah barunya tersebut. Selain itu, kehidupan di desa tersebut juga menghidupkan rasa sayangnya kepada binatang-binatang yang hidup di sekitarnya, seperti bebek, tikus, dan anjing.

Kelak, ternyata hewan-hewan itulah yang membuat namanya menjulang. Dari sini, Walt Disney menarik pelajaran berharga yang dia terapkan sepanjang hidupnya, yaitu bahwa KEBAHAGIAAN AKAN TIMBUL DALAM DIRI KITA APABILA KITA MELAKUKAN SESUATU YANG BENAR-BENAR KITA SUKAI.

Kehidupan Walt Disney yang bahagia itu teryata hanya bisa dinikmati sesaat saja. Kegagalan panen yang berturut-turut membuat Elias Disney, ayahnya harus menjual ladang pertaniannya dan membeli sebuah perusahaan koran setempat yang kecil. Untuk menghemat biaya pegawai, Elias Disney mempekerjakan Walt Disney dan kakaknya Ray tanpa biaya. Setiap pagi pukul 3.30 dinihari Walt dan Ray sudah harus bangun untuk menunggu kedatangan truk pengangkut. Sesudah itu mereka harus menjalankan tugas harian mengantarkan koran kepada para pelanggan di kota.

Kadang-kadang orang menjumpai Walt berjalan dengan kelelahan dan gemetar kedinginan dengan bawaan hampir seberat dua kali berat tubuhnya. Adakalanya cuaca begitu dingin, sehingga Walt harus berjongkok di sudut jalan sekedar untuk menghangatkan diri.
Seringkali Walt berpikir, apakah untuk hidup di dunia ini orang harus bekerja mati-matian sebagai budak dengan upah yang hanya bisa sekedar untuk survive ? Tidak adakah jalan lain untuk hidup?

Bila Walt mengantarkan koran untuk para pelanggannya yang kebanyakan adalah orang kaya di kota, maka Walt juga mulai berpikir mengapa mereka bisa hidup mewah, sementara dirinya hidup serba kekurangan.

Hal ini akhirnya melahirkan pelajaran kedua di dalam hidupnya, yaitu bahwa KEHIDUPAN ITU ADALAH SUATU PILIHAN. APAKAH KITA MAU HIDUP KAYA ATAU MISKIN, TERGANTUNG ATAS KEPUTUSAN DAN TINDAKAN KITA SEPENUHNYA SAAT INI.

Atas dasar pemikiran itulah maka setelah beranjak dewasa Walt bertekad untuk masuk ke dinas tentara, karena menurutnya pekerjaan tentara bisa lebih memberi kekayaan dibanding sebagai pengantar koran yang bekerja tidak dibayar.

Di sela-sela dinas ketentaraannya, Walt menggunakan waktu luangnya untuk menggambar.Rupanya, bakat Walt dalam menggambar memang luar biasa, sehingga dalam waktu yang singkat banyak teman-temannya di ketentaraan yang minta dibuatkan gambar dirinya.

Setelah perang dunia I usai, Walt keluar dari dinas tentara. Saat itu, sangatlah sulit mencari pekerjaan. Ini merupakan masa-masa paling suram dalam kehidupan Walt Disney. Untuk kembali ke orang tuanya dia malu, karena waktu itu dia sering menyombongkan pada orang tuanya bahwa pekerjaan tentara itu adalah `pekerjaan orang kaya'. Walt tidak mempunyai uang sedikitpun, dan terpaksa menumpang di belakang sebuah bengkel kecil, dengan sebuah bangku usang, satu-satunya perabotan yang dimilikinya, untuk makan dan tidur. Lebih parah lagi, seminggu sekali dia harus pergi mengendap-endap ke stasiun kota di malam hari hanya sekedar untuk `mencuri' mandi.

Walt menyadari, bahwa hal ini tidak mungkin dibiarkan terus menerus. Dia kembali ingat impiannya di masa lalu, bahwa dia ingin menjadi kaya, bukan gelandangan seperti sekarang. Tapi, apa yang bisa dilakukan dengan keadaannya yang sekarang, tanpa modal, tanpa kenalan, tanpa pekerjaan. Dalam keadaan paling parah dalam hidupnya, Walt akhirnya bisa merumuskan prinsip hidupnya yang ketiga, yaitu TIDAK PEDULI SEBERAPA PARAH KEADAAN KITA SAAT INI, NAMUN KEADAAN PASTI AKAN BERUBAH LEBIH BAIK APABILA KITA MASIH MEMILIKI SATU HAL : HARAPAN.

Harapan itu pula yang terus memacu pikiran Walt. Akhirnya Walt menyadari, bahwa satu-satunya yang masih dimilikinya adalah bakat menggambarnya. Tapi, bagaimana caranya agar bakat tersebut bisa menghasilkan uang untuk dirinya?

Setelah sekian lama mencari-cari, Walt memutuskan bahwa Hollywood adalah tempat yang cocok dengan dirinya, dengan bakat yang dimilikinya. Untuk kesana, terpaksa Walt menahan malu dan meminjam uang dari kakaknya Ray. Setibanya disana, ternyata Walt hanyalah satu dari sekian ribu orang yang berharap bisa menjadi bintang di Hollywood.

Mulailah Walt masuk satu persatu ke studio yang ada disana, dan mencoba menawarkan diri untuk bekerja apa saja, asal ada hubungannya dengan dunia perfilman. Bukan hal yang mudah ternyata, karena tidak ada satupun studio yang mau menerimanya, bahkan untuk pekerjaan yang paling rendah sekalipun.

Walt menyadari, bahwa para studio itu menolaknya karena dirinya tidak menunjukkan satu keahlian khusus, yang membuat mereka tertarik kepadanya. Belajar dari situ, Walt membeli beberapa kertas kosong dan mulai menggambar. Kemudian Walt kembali lagi ke studio-studio itu lagi, kini dengan menonjolkan `bakat' yang dimilikinya. Ternyata ada satu studio yang tertarik dengan bakat Walt yang luar biasa. Mereka bahkan langsung memesan satu cerita "Alice in The Wonderland" dalam bentuk film kartun bergerak, dengan harga awal US$ 1.500. Jumlah itu justru membuat Walt kaget, karena pada awalnya Walt hanya berharap mendapatkan upah US$ 50 sebulan, hanya sekedar untuk bertahan hidup. Rangkaian film "Alice in The Wonderland" sukses luar biasa di bioskop Amerika, dan bertahan sampai tiga tahun berturut-turut. Dengan hasil dari film ini, Walt mulai bisa memperbaiki hidupnya, membeli rumah, membuat studio sendiri dan menikah dengan Lilian Bounds.

Suatu hari, Walt teringat masa kecilnya yang bahagia di pedesaan. Hal ini menginspirasi dirinya untuk menggambar tiga sahabat binatangnya waktu itu, yaitu bebek, tikus, dan anjing. Dari sinilah kemudian lahir Donald Duck, Mickey Mouse dan Pluto. Ketiga binatang inilah yang membawa Walt Disney menuju ke kejayaannya sebagai seorang bintang di Hollywood. Selain itu, Walt juga rajin menciptakan film-film animasi lain yang terus mencetak uang bagi dirinya, seperti Snow White, Cinderella, Peter Pan dan Bambi.Dari sinilah Walt kemudian mendedikasikan diri seutuhnya untuk kebahagiaan anak-anak sedunia.

Pada tahun 1950, Walt mempunyai impian untuk membangun taman impian bagi anak-anak.Impian Walt ini dianggap gila oleh rekan-rekannya sesama pengusaha, namun Walt tetap dengan pendiriannya. Taman bermain ini akhirnya bisa diwujudkan pada tahun 1955 di Anaheim, California.

Pada waktu pembukaan, Walt mengatakan dalam pidatonya:
"KESUKSESAN DIMULAI KETIKA KITA MULAI MENCIPTAKAN IMPIAN JAUH KEDEPAN.DAN SAAT KITA BERKOMITMEN UNTUK MENCAPAI IMPIAN ITU, MAKA SELANJUTNYA IMPIAN ITU YANG AKAN MENJADI MAGNET DAN MENARIK KITA KESANA......".

Walt Disney meninggal pada tahun 1966. Namun visi dan impiannya untuk kebahagiaan anak-anak akan terus dikenang oleh dunia sepanjang masa.

»»  Selengkapnya...

Rabu, 10 November 2010

Face in The Windows (The lightning potret of Henry Wells)

Apa kabar semuanya?Selama sebulan jari ini tidak mengetik artikel untuk blog rasanya gatal sekali.Bukannya tambah malas tapi malah semakin bersemangat,karena tema-temanya terus saja bermunculan di kepala saya.Tapi karena terdapat beberapa halangan akhirnya baru bisa posting sekarang.Baiklah,sebagai pembuka saya akan mengajak kalian mengintip tempat yang cukup terkenal di Alabama.Here we go....

Pickens County Courthouse

Pickens County Courthouse, Carrolton, Alabama adalah sebuah gedung pengadilan yang terletak di barat Alabama.Menurut kabar yang tersiar, sebuah penampakan berbentuk wajah manusia tanpa sengaja terekam kamera dari salah satu panel jendela.Legenda mengatakan bahwa wajah tersebut adalah milik seorang yang bernama Henry Wells, seorang pria berkulit hitam yang dituduh melakukan pembakaran gedung pengadilan pada tahun 1878.

Pada awalnya, gedung pengadilan asli Pickens County telah terbakar habis oleh tentara serikat pada tahun 1865.Setelah dibangun kembali,bangunan itu dibobol pada tahun 1876 dan kembali terbakar habis.Sementara masyarakat kota membangun kembali gedung tersebut, pembicaraan mulai dihidupkan dengan desas-desus pelaku pembakaran&perampokan.Mereka mulai menduga-duga siapa dalangnya, dan tersangkanya pun jatuh kepada seorang pria yang bernama Henry Wells.

Mereka mencurigainya karena dia adalah budak berkulit hitam yang telah dibebaskan dan tinggal di dekat gedung pengadilan tersebut.Henry Wells juga dikenal sebagai pribadi yang bertemperamen buruk,suka berkelahi dan membuat keributan.Itulah yang menjadikannya tersangka utama di mata masyarakat.Henry lalu ditahan&dibawa ke pengadilan, menunggu untuk diadili.

Sementara Henry menunggu di penjara,orang-orang mulai bergosip mengenai mantan budak itu dan mereka semakin percaya bahwa Henry memang bersalah. Hm...tampaknya warga mulai tidak sabar untuk menunggu pengadilan resmi dijalankan.

Sang sherif yang mendengar hal ini khawatir akan keselamatan Henry,takut jikalau nanti massa akan mengamuk dan menjebol tempat Henry ditahan.Maka sherif pun memutuskan untuk membawa Henry ke atas loteng bangunan tersebut.Dan ternyata benar dugaan sherif, massa mulai berkerumun di bawah gedung pengadilan dengan amarah yang meluap sambil membawa tali gantungan.

"Berikan kami si budak itu!",teriak para massa.

Henry yang kelihatan takut dan panik menghampiri jendela loteng tersebut,berteriak kepada kerumunan massa di bawah,"Aku tidak bersalah!"

Tapi mereka terus berteriak dan meminta Henry turun dan menerima hukuman gantung.

"Aku benar-benar tidak bersalah!",ulang Henry ketakutan.

"Kalau kalian benar-benar ingin menggantungku,aku bersumpah akan menghantui kalian seumur hidup!",Henry mengucapkan sumpahnya.Kemudian petir menyambar gedung tersebut dan menerangi wajah Henry yang ketakutan di balik panel jendela.

Salah satu legenda mengatakan kerumunan massa itu lalu menggantung Henry keesokan harinya dan satu lagi mengatakan Henry meninggal disambar oleh petir.

Nah sekarang coba kita lihat seperti apa wajah yang dimaksud.


Lihat?Kurang Jelas?

Kalau yang ini?

Coba yang ini..


Yah,memang kurang jelas,tapi yang pasti itu memang bentuk wajah (ada mata,hidung,telinga,mulut).

Well,mungkin jika kalian punya rejeki untuk berjalan-jalan kesana,kalian bisa membantu saya untuk mengambil fotonya yang lebih jelas (haha..).Oya satu hal lagi, meski gambar wajah pada jendela tersebut dapat dengan mudah dilihat,tapi jangan harap bisa melihatnya dari dalam karena wajah itu hanya bisa terlihat dari luar gedung pengadilan.Nah lho?

Note: Sejak foto diatas tersebut diambil, kota Carrollton menjadi terkenal. Bahkan diluar gedung pengadilan,teropong permanen sengaja dipasang diseberang jalan dari jendela untuk orang-orang yang ingin melihatnya lebih dekat.

source: hubpages.com , ghoststoriesandhauntedplaces , roadsideamerica

»»  Selengkapnya...

Kamis, 30 September 2010

Most Awesome 3D Street Illusions

Maaf para pembaca sekalian,karena belakangan ini sibuk saya jadi jarang menge-post.Haha..jadi gak posting cerita urban legend untuk bulan ini..(lagipula bulan lalu uda full cerita kan?he...).Baiklah langsung aja ke penutup postingan untuk bulan September ini,silahkan cek artikel 'click' bertema art berikut ini...

Yuhuuu!!

Boleh,tolong ambilkan basketnya?

Tidak,saya jatuh!!

o-ow,tidak!saya terpeleset.
(hi~kalau saya yang ada disana saya pasti sudah merinding.Benar-benar kelihatan real)

Wow,saya menemukan botol bir raksasa...

Oke nak,hati-hati kamu bisa terbawa air terjun nanti.

Awas ada lubang!
(ehm.yang ini asli keren)

Hm..benar-benar keren.Ternyata bukan cuma film saja yang bisa dibuat jadi 3D,lukisan juga.Cool...


Sumber: vyperlook.com

»»  Selengkapnya...

Jumat, 17 September 2010

Proses Pembuatan Ibu

Apa kabar readers? Hm..sudah lama ya gak posting.Haha asyik menikmati liburan sih..Oya saya minta maaf karena telat mengucapkan "Mohon maaf lahir dan batin." Oke saya punya cerita yang cukup menarik di bawah ini,silahkan membaca tentang bagaimana Tuhan menciptakan Ibu kita.Ha.Dengan kata lain kita para wanita...
===============================================================================
Pada saat Tuhan menciptakan para Ibu ketika itu, Tuhan telah bekerja enam hari lamanya.Kini giliran diciptakan para ibu. 

Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata lembut: "Tuhan, banyak nian waktu yg Tuhan habiskan untuk menciptakan ibu ini?" 

Dan Tuhan menjawab pelan: "Tidakkah kau lihat perincian yang harus dikerjakan?"

01) Ibu ini harus waterproof (tahan air / cuci) tapi bukan dari plastik.

02) Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas dan tidak cepat capai

03) Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan seadanya untuk mencukupi kebutuhan anak-anaknya

04) Memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan anak-anaknya.

05) Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan dan menyejukan hati anaknya.

06) Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah, dan

07) Enam pasang tangan!! ---

Malaikat itu menggeleng-gelengkan kepalanya "Enam pasang tangan....? tsk tsk tsk" --- "Tentu saja! Bukan tangan yang merepotkan Saya, melainkan tangan yang melayani sana sini, mengatur segalanya menjadi lebih baik...." balas Tuhan. 

08) Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki seorang ibu.

"Bagaimana modelnya?" Malaikat semakin heran.

Tuhan mengangguk- angguk. "Sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan bertanya: "Apa yang sedang kau lakukan di dalam situ?", padahal sepasang mata itu sudah mengetahui jawabannya. "Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di belakang kepalanya, sehingga ia bisa melihat ke belakang tanpa menoleh. Artinya, ia dapat melihat apa yang sebenarnya tak boleh ia lihat dan sepasang mata ketiga untuk menatap lembut seorang anak yang mengakui kekeliruannya. Mata itu harus bisa bicara! Mata itu harus berkata: "Saya mengerti dan saya sayang padamu". Meskipun tidak diucapkan sepatah kata pun. 

"Tuhan", kata malaikat itu lagi, "Istirahatlah"

"Saya tidak dapat, Saya sudah hampir selesai"

09) Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit.

10) Ia harus bisa memberi makan 6 orang dengan satu setengah ons daging.

11) Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi pada saat anak itu tidak ingin mandi....

Akhirnya Malaikat membalik balikkan contoh Ibu dengan perlahan.
"Terlalu lunak", katanya memberi komentar.
"Tapi kuat", kata Tuhan bersemangat.
"Tak akan kau bayangkan betapa banyaknya yang bisa ia tanggung,pikul dan derita." 
"Apakah ia dapat berpikir?" tanya malaikat lagi.
"Ia bukan saja dapat berpikir, tapi ia juga dapat memberi gagasan, ide dan berkompromi", kata Sang Pencipta.
Akhirnya Malaikat menyentuh sesuatu dipipi. "Eh, ada kebocoran disini"
"Itu bukan kebocoran", kata Tuhan. "Itu adalah air mata.... air mata kesenangan, air mata kesedihan, air mata kekecewaan, air mata kesakitan, air mata kesepian, air mata kebanggaan, airmata...., airmata...."

Source: Renungan Harian

»»  Selengkapnya...

Kamis, 02 September 2010

Award,Award,Award.....

Ha,sepertinya saya harus minta maaf lagi nih kepada pemberi award karena menunda postingannya.Dan saya juga masih punya hutang kepada pemberi award,yaitu untuk membagi-bagikannya.Bagi namanya yang saya cantumkan,siap-siap kena banjir award...Karena award saya masih ada 5 lagi yang belum dibagi.Weks,numpuk di belakang.^^ 

Award ke-6 

From  DIRA


1. Kamu suka aktor dan aktris Korea?
---------------------------------------
Suka.

2. Siapa mereka?
---------------------------------
Han Hyo Jo (Dong Yi)

3. Di sekolah/lingkungan kamu pakai bahasa apa? (gw, saya,  aku,dll)
--------------------------------------------------------------------------
Saya.

4. Berapa umur Blogmu?
-----------------------------------------------
Tiga bulan.

5. Sebutkan salah satu keuntungan blog, dan dua kerugian blog.
---------------------------------------------------------------------------------------------
Keuntungan: Bertambahnya pengetahuan seiring dengan proses mencari bahan postingan dan juga bisa menambah teman baru.
Kerugian: Sampai saat ini saya baru merasakan satu hal,yaitu ketagihan nge-blog sampai lupa waktu.
6. Siapa teman blog pertamamu?
------------------------------------------------
Kavie (Sekarang sudah lama off)

Peraturan: 
1. Harus di simpan sampai akhir tahun 2010

2. Harus di bagikan ke 4 orang dan saya memutuskan untuk membagikannya kepada:
    - Ari
    - Death_a
    - Mbak Apni
    - Raudatu

3. Tidak boleh di bagikan kepada nama yang tercantum sebagai penerima award!

Award ke-7 & 8 

Waduh bisa dibilang yang ke-7 & ke-8 ini cukup membingungkan untuk di bagi,saya mendapat bentuk award yang sama tapi dari orang berbeda dan masalahnya adalah dalam menetapkan backlinknya.Jadi saya putuskan untuk tidak memakai backlink.

CLOVER DAN MAMIE BINTANG
Peraturan:
Bagi siapa saja yang menerima award ini diharuskan untuk membagikan kembali award ini kepada sepuluh orang temannya. Baiklah, saya pilih:
1. Annisa
2. Aul
3. Aquino
4. Death
5. Dira
6. Kelpolova
7. Ladida
8. Tito
9. Vhanz
10.Yovi
Bagikanlah award ini ke-sepuluh orang juga.


Demikianlah pembagian award ini saya sampaikan.Untuk award-award berikutnya akan segera menyusul.Terima kasih.

»»  Selengkapnya...

Spesial Award 2

Wah,wah maaf ya bang Andika saya telat posting awardnya...Haha,saya senang bisa masuk dalam nominasi Blogger Choice Award pilihan Universal.Thanks ya...^^

---T E R I M A   K A S I H---
»»  Selengkapnya...

Selasa, 31 Agustus 2010

Story 13: Dikejar Kuyang

Akhirnya,edisi Campfire Tales untuk bulan Agustus berakhir juga hari ini. Baiklah tetap semangat sampai akhir! Untuk cerita penutup,saya memilih cerita dari Indonesia yang berkisah bagaimana pengalaman seorang ibu yang berhasil bebas dari incaran Kuyang [pengalaman nyata].

So,here u are...

Percaya atau tidak, ini pengalaman seorang calon ibu dikejar-kejar kuyang, yang dipercaya masyarakat Tanjung Redep, Kalimantan Timur, sebagai makhluk siluman pemangsa janin dalam kandungan.

Setelah menikah di Jakarta bulan Juni 1994, saya mengikuti suami,anggota Polri yang bertugas di Kota Tanjung Redep, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kami berada di kota itu sekitar tiga tahun, dari Juni 1994 - Juni 1996.

Kalau di Bali orang mengenal Leak sebagai "hantu siluman" yang dapat membuat orang sakit atau meninggal, maka di daerah Berau, pedalaman Kalimantan Timur, konon ada dukun yang dapat mengubah wujud menjadi binatang, entah kucing atau burung. Fenomena ini disebut Kuyang. Leak dan Kuyang memang berbeda. Wujud asli Leak konon bisa seorang laki-laki atau perempuan, sedangkan Kuyang berwujud asli perempuan saja.

Leak Bali juga sudah canggih-canggih; mereka dapat bersalin rupa menjadi siluman motor, mobil, bahkan pesawat. Tapi Kuyang hanya dapat berwujud siluman burung atau kucing. Sasaran korban Leak mulai dari anak kecil sampai orang jompo, sementara Kuyang terbatas pada ibu hamil dan bayinya.

Maka ketika saya hamil pada awal September 1994, tetangga saya, Bu Sukamto yang asli penduduk Berau, menasihati agar berhati-hati bila bertemu dengan Kuyang. Biasanya ia berjalan-jalan pada siang hari untuk mencari mangsa sambil berpura-pura menjajakan barang dagangan.

Ciri-ciri Kuyang yang beroperasi di asrama Polres kami, katanya, seorang wanita berusia sekitar 50-an dan biasanya memakai selendang. Selendang itu untuk menutupi tanda seperti bekas operasi di lehernya. Konon, pada malam hari kepalanya akan memisah dari tubuhnya. Kepala itu akan berubah wujud menjadi burung malam atau kucing.

Dalam memangsa korban, ia tidak pandang bulu dengan usia janin dalam kandungan. Ada beberapa teman yang usia kandungannya baru empat atau lima bulan, kandungannya hilang dimangsa Kuyang. Ceritanya, mereka ibu muda seperti saya, dan sebagai pendatang baru di Berau tidak mengetahui cerita tentang sang pemangsa itu. Pada siang hari, ketika bertemu dengan wanita berselendang itu, perut teman saya diusap-usapnya. Dengan ramah ia bertanya, sudah berapa usia kandungannya. Tanpa curiga, teman saya menjawab, kandungannya baru berusia empat bulan. 

Keesokan harinya, ketika bangun tidur, teman saya kaget waktu mengetahui perutnya kembali ke bentuk semula. Ketika memeriksakan diri ke dokter, bayinya sudah benar-benar lenyap tanpa bekas! Hal serupa dialami oleh teman saya yang usia kandungannya lima bulan.

Menurut Bu Sukamto, apabila bertemu wanita itu, dan dia mengusap perut wanita hamil, maka si wanita hamil harus balas mengusap perut si Kuyang kembali. Itulah cara melawan Kuyang.

Untunglah, selama kehamilan, saya tidak pernah bertemu langsung dengannya, karena ketika ia berkunjung, suami saya selalu berada di rumah. Namun, Bu Sukamto mengingatkan agar saya tetap waspada, sebab Kuyang terkenal pantang menyerah sebelum mendapatkan mangsa incarannya. Jalan terakhir yang akan ditempuh adalah saat sang ibu akan melahirkan. Saat itu, ia akan berubah wujud menjadi seekor burung malam atau kucing.

Konon, untuk membedakan kucing biasa dengan kucing jadi-jadian adalah saat ia mendarat di atap rumah. Suara mendaratnya seperti bunyi mobil jatuh, sangat keras dan jelas terdengar. Tentu saja itu akan terdengar kalau kami masih terjaga, dan tidak terkena ajian sirep yang menyebabkan kita tertidur.

Dua hari menjelang melahirkan, tepatnya pada 7 Mei 1995, saya tengah berbincang di ruang makan dengan ibu saya yang baru datang. Hari itu suami saya sudah terlelap tidur, padahal baru pukul 19.30. Hal itu belum pernah dilakukannya. Aneh. Tampaknya, dia terkena sirep. Menjelang pukul 21.00, saat saya pindah duduk, saya mendengar bunyi benda berat jatuh tepat di atap ruang duduk.

Saya tahu kalau itu siluman Kuyang. Tapi, saya tidak tahu apa wujudnya, burung atau kucing. Sepuluh detik kemudian yang muncul di kursi yang saya duduki sebelumnya adalah seekor kucing. Dengan matanya yang lapar, ia memandang saya. "Kucing! Kucing!" saya berteriak sekeras-kerasnya sambil cepat-cepat lari keluar.
Suami saya bangun mendengar teriakan saya dan berdiri dengan sempoyongan. Tepat di pintu kamar, ia bertabrakan dengan kucing yang sedang bingung. Suami saya jatuh terjengkang ditabrak kucing siluman.

Para tetangga berdatangan, lalu berteriak dari luar. Ada yang bilang supaya kucing itu diusir saja, ada pula yang mengatakan agar dibunuh saja. Akhirnya, suami saya hanya mengusirnya ke luar lewat pintu depan. Segera kucing itu lenyap tanpa bekas! Selanjutnya, suami dan ibu saya terus berjaga sampai pagi.
Esok harinya, kami memutuskan untuk langsung menginap di rumah sakit supaya aman dari incaran Kuyang. Dugaan kami meleset. Menjelang pukul 02.00 ketika sedang jalan-jalan di koridor rumah sakit, saya dan suami melihat wanita tua yang dikenalnya datang dari jauh. Saya disuruh cepat-cepat masuk kamar. Jantung saya berdebar cepat. Tidak pernah saya merasa setakut itu.

Setelah suami saya kembali ke kamar, ia bercerita, si ibu tua itu ngotot mau masuk ke bangsal bersalin. Ketika ditanya keperluannya, dia mengaku sebagai petugas memasak di dapur rumah sakit. Suami saya mengatakan, ia salah arah. Letak dapur bukan di situ tetapi jauh di depan. Dengan setengah memaksa, suami saya menyuruhnya pergi.

Akhirnya, tepat pada 9 Mei 1995 pukul 10.21, saya melahirkan putra pertama dengan selamat. Kami lega. Berakhir sudah "pertarungan" kami mempertahankan bayi dari incaran Kuyang.

Akhir tahun 1995, saya hamil kembali. Saya ditinggal oleh suami yang bertugas mengamankan pembangunan pabrik kertas raksasa PT Kiani Kertas di Desa Mangkajang, enam jam perjalanan dengan mobil dari Tanjung Redeb. Saat itu, saya tidak bisa menghindar dari pertemuan dengan siluman Kuyang pada siang hari. Untungnya, dia tidak memegang perut saya. Saya pun cepat-cepat menghindar jangan sampai mengobrol dengannya.

Menurut penduduk setempat, orang yang bertatapan mata dengan Kuyang akan mendapat kesulitan saat melahirkan. Seorang guru teman saya yang putra asli Dayak, sempat bertemu dan bertatap mata dengan Kuyang pada siang hari. Aneh, saat melahirkan ia beserta seisi rumahnya tertidur pulas. Dia hanya bermimpi melahirkan. Tapi ketika ia bangun keesokan harinya, bayi dalam perutnya hilang tanpa bekas! Seisi rumah pun geger!

Saat itu saya hanya berdoa dalam hati supaya kelak dapat melahirkan di luar P. Kalimantan. Saya juga percaya, Tuhan tetap lebih berkuasa dari makhluk apa pun di dunia ini. Rupanya, keberuntungan masih berpihak kepada saya. Bulan April 1996, permintaan pindah suami saya diterima. Akhir Juni 1996 kami langsung pindah ke Bali. Sepuluh hari di Bali, saya melahirkan dengan melalui operasi caesar pada 11 Juli 1996.

Saya bersyukur dikarunia sepasang anak, putra dan putri. Namun, yang lebih penting, mereka selamat dari incaran Kuyang. Tuhan benar-benar Mahakuasa dan Mahapengasih.

-Penutup-

Nah bagaimana ceritanya? hm..mungkin kurang seram ya..Tapi setidaknya bisa dijadikan pengetahuan tentang makhluk satu itu.Siapa tahu jika suatu hari ketemu...Haha..amit-amit,jangan sampai.

Oke,teman-teman sekarang bereskan barang-barang kalian,periksa jangan sampai ada yang ketinggalan.Sebentar lagi kita akan pulang...

Oh ya hati-hati jangan ada yang menengok ke belakang,soalnya sepertinya saat kita saling berbagi kisah seram,tanpa disengaja ada yang ikut nimbrung.ehm, perasaan saya sedikit aneh.Penasaran.Siapa ya?coba tengok deh......
http://www.emocutez.com

Hiyaaaaaaaaaaaaa!!!!
.
.
.
.
Wajah jadi pucat pasi saat nengok sosok hitam samar di pintu.
Ternyata....

Mama! jangan kagetin dong!
Mama: Lagian lama amat udah berjam-jam di depan komputer,listrik mahal tahu.cepat matiin!
.........

Haha.....Jangan sampai lupa waktu ya readers.^^;
Sampai jumpa di postingan berikutnya.See ya!

Note: Mohon readers mengisi polling yang ada di sidebar tentang kisah mana yang paling kalian sukai.Terima kasih.

»»  Selengkapnya...

Senin, 30 Agustus 2010

Story 12: Taman Bermain

Kisah ini kebetulan saya dapatkan dari sebuah forum.Katanya sih nyata dan tempatnya berlokasi  di Hongkong.Oke,tanpa basa-basi lagi,ini dia kisahnya...

Kisah ini terjadi pada pertengahan bulan ke tujuh menurut kalender Cina, dan saat itu adalah Festival Hantu. Memang menyeramkan, ya? Tapi, bersamaan dengan itu, sekolahku mengadakan pertemuan guru dan orang tua murid untuk membicarakan beberapa hal penting.

Malam itu, saat para orang tua berbicara dengan guru-guru, aku dan teman-temanku berada di luar, di halaman sekolah. Kami berenam, yaitu Joe, Brad, Jenny, Krissy, serta aku dan kakak perempuanku duduk di tengah lapangan basket bermain 'Truth Or Dare'. Permainan yang mengasyikkan,..sampai Krissy dan Brad menantang kami semua untuk pergi ke bagian taman yang tersembunyi di halaman sekolah..

Gedung sekolahku cukup tua dan sangat luas..dan ada beberapa tempat-tempat tersembunyi yang diketahui sebagian kecil murid dan guru. Salah satu tempat tersembunyi favorit kami, adalah sebuah taman di area belakang sekolah. Kami menamakan taman itu 'Hao San' atau bukit belakang. Biasanya kami ke sana untuk piknik makan siang..tapi kami tak pernah ke sana di malam hari.Menurut para senior, jaman dulu ada seorang gadis yang gantung diri di sana. Untuk mencapai taman itu, kita harus menaiki beberapa anak tangga keatas, dan melewati sebuah gerbang kuno.Pada malam hari, tempat itu sangat gelap..sinar bulan pun tidak dapat meneranginya..dan siapapun dengan mudah bisa tersesat di sana...

Brad ketakutan dan mengatakan kalau kisah para senior itu benar dan dia tidak ingin ke sana. Tapi kakakku mengusulkan agar kami saling mengikat satu sama lain dengan tali agar tak ada yang tersesat,um..sepertinya itu ide yang bagus. Lagipula, kebanyakan dari kami tidak percaya pada cerita-cerita para murid senior itu.Jadi kami mengikat diri dengan tali...dan mulai menjelajah 'Hao San' di malam hari ...

Kami berjalan dengan hati-hati saat menaiki anak tangga yang ada...ada perasaan takut di hati kami masing-masing, tapi kami semua berusaha memberanikan diri...suasana sangat gelap dan kami tak bisa melihat wajah teman-teman yang lain..Setelah melewati gerbang, aku sadar kalau taliku terlepas dan aku tersesat sendirian! Aku sangat takut. Aku tak punya pilihan selain berbalik ke sekolah. Saat aku berbalik...tiba-tiba terdengar suara yang berkata "Sudah mau pergi?"..aku tak bisa melupakan bunyi suara itu...sangat mengerikan. Aku tahu, kalau itu bukanlah suara teman-temanku. Saat menuruni anak tangga, aku mencium aroma lilin yang dibakar...

Sesampainya di sekolah, aku berlari ke lapangan basket dan berharap kalau teman-teman sudah menungguku di sana. Tapi tidak ada siapapun. Aku tak mungkin kembali ke 'Hao San' lagi, jadi kuputuskan untuk menunggu mereka di lapangan basket.

Beberapa menit kemudian, Joe datang, diikuti kakak perempuanku, Brad dan Jenny. Kelihatannya, semua tersesat dan terpisah saat memasuki gerbang....dan tak ada yang tahu di mana Krissy berada...

Kami semua mengkhawatirkan Krissy, dan memutuskan untuk pergi ke anak tangga dan memanggil namanya. Kami semua terlalu takut untuk kembali ke taman itu. Setelah menunggu hampir satu jam lamanya, Krissy baru muncul. Saat muncul, wajahnya sangat pucat dan diliputi ketakutan luar biasa, Krissy masih shock berat. Tak satupun dari kami mendengar suara..kecuali aku....dan kami semua mencium bau lilin yang dibakar. Tapi Krissy...bertemu dengan arwah gadis yang gantung diri di sana.....dan inilah kisahnya.....

"Saat melewati gerbang, aku baru sadar kalau kalian semua tak ada bersamaku. Aku tersesat. Tali itu seolah-olah dipotong seseorang...aku memanggil-manggil kalian, tapi tak ada yang menjawab..aku sangat takut...suasana sangat gelap...dan tiba-tiba aku melihat cahaya berwarna kemerahan dari balik pohon...kupikir kalian mungkin berkumpul di sana...jadi aku mendatangi pohon itu.."

"Di balik pohon itu banyak semak-semak..tapi cahaya merah itu sudah tak ada saat aku mendekat...dan tiba-tiba...aku merasa ada sesuatu yang menetes di wajahku....kupikir hujan..tapi saat aku melihat ke atas...ada seorang gadis yang tergantung di atas pohon dan di lehernya tertancap ranting....dia menatapku dan tersenyum...sangat mengerikan....air yang menetes itu ternyata darah dari lehernya!"

"Karena takut, aku berlari sekencangnya...tapi setiap aku menengok ke belakang, gadis itu selalu ada...aku tak yakin..apakah dia berlari atau tidak....tapi dia selalu ada di belakangku...kemudian kakiku tersandung sesuatu dan jatuh..aku pingsan..saat sadar..aku mendengar suara kalian semua memanggilku...aku bergegas menuruni tangga dan mencium bau lilin dibakar...."

Brad menimpali 'Ya, kami semua juga mencium bau lilin itu....tapi tak melihat apapun"

Setelah kejadian itu, kami tak pernah mengunjungi 'Hao San' lagi. Kami mencoba menyelidiki kebenaran kisah tentang taman itu..dan beberapa guru yang sudah tua menceritakan tentang gadis malang tersebut. Gadis yang bunuh diri karena hamil dan pacarnya tak mau bertanggung jawab.....dan tiga bulan setelah gadis itu meninggal, pacarnya tewas dalam kecelakaan lalu lintas. Saat mayatnya ditemukan, matanya terlihat melotot ketakutan..seakan-akan baru saja melihat hantu....

-Forum KG-Cozy Place to Talk-

»»  Selengkapnya...

Sabtu, 28 Agustus 2010

Story 11: Pita Kuning

Jane mengenakan pita kuning itu setiap hari dilehernya.Maksud saya benar-benar setiap hari.Tak peduli itu panas,hujan,cerah,berawan,cocok atau tidak dengan pakaian yang dikenakan,ia selalu memakainya.Dan itu sedikit mengganggu pikiran saya.Awalnya saya tidak menyadarinya,kami berdua merupakan tetangga dari saat Jane masih berumur 3 tahun tapi setelah kami menginjak di bangku SMA,saya baru menyadarinya.

"Mengapa kamu selalu memakai pita kuning itu Jane?"Saya bertanya seperti itu padanya setiap hari,tapi ia hanya tersenyum dan tidak mengatakan apa-apa.

Meskipun jengkel,saya tetap menganggapnya manis.Kami makan es krim sundae bersama,memintanya untuk datang untuk melihat permainan sepak bola.Lalu saya pun mulai sering mampir kerumahnya,mengajaknya kencan dan tentu saja dia selalu menyanggupinya dan selalu memakai gaun kuning yang cocok dengan warna pita dilehernya itu setiap kami pergi jalan.

Akhirnya kami resmi berpacaran.Dan saya masih belum bisa mengetahui rahasia di balik pita kuning itu.Kemudian pertanyaan itu kembali saya lontarkan lagi kepadanya.

"Mungkin suatu hari nanti saya akan menceritakannya padamu John."ia menjawab akhirnya.

Hah? Suatu hari? Suatu hari itu kapan? Hal ini benar-benar membuat penasaran sekaligus jengkel.Tapi saya tidak sanggup menampilkan wajah kesal karena melihat sikapnya yang sangat polos dan lucu.

Waktu pun berlalu dengan cepat.Johnny pun memutuskan melamar Jane dan gadis itu menerimanya.Mereka berdua mengadakan pesta pernikahan yang besar dan Jane pernah mengatakan mungkin ia akan mengatakan rahasia pita kuningnya itu saat hari pernikahan.

Saya akan menanyakannya kembali,pikir John saat itu.Tapi entah bagaimana setiap ia ingin bertanya selalu saja tidak ada kesempatan,entah sibuk merias wajah pengantin,wedding planner yang ingin mengkonfirmasi ulang acara,atau mengobrol dengan para tamu.Sampai akhirnya ia lupa untuk bertanya.

Tiba-tiba saya teringat dan ketika saya tanyakan kembali tentang pita kuningnya,Jane terlihat sedih,air matanya sedikit menggenang di sudut."Sekarang kita sangat bahagia John.Apa bedanya?" Dan , saya rasa Jane benar,apa bedanya?

Kami sekarang memiliki 2 orang anak.Kami berempat tertawa bahagia sambil merayakan ulang tahun pernikahan kami yang ke-50.Saat itulah saya menanyakannya kembali.Tapi raut wajah Jane masih sama,murung dan sedih,"Kamu telah menunggu selama ini.Kau bisa menunggu sebentar lagi."

Lagi-lagi saya tidak tega melihat kesedihannya itu,saya pun hanya bisa setuju.Setahun kemudian,Jane pun terbaring lemah di tempat tidur.Dokter memberitahu saya untuk bersiap-siap mengucapkan selamat tinggal kepada Jane,dan air mata pun tak terasa telah mengalir di pipi saya.Sebentar lagi kami akan berpisah? Rasanya saya sungguh tidak sanggup ditinggal olehnya.

Kami pun berbicara berdua,mengingat semua kenangan-kenangan bahagia saat menjalani hidup bersama. Jane lalu tersenyum sedih,"Baiklah John, sekarang aku akan memberitahumu tentang pita ini.Silahkan buka ikatannya."

Dengan tangan yang gemetar dan jantung berdegup kencang saya mencoba meraih pita kuning di lehernya.Dan ketika saya buka....

Kepala Jane jatuh ke tanah.


»»  Selengkapnya...

Jumat, 27 Agustus 2010

Story 10: Balas Dendam

Ketika Kane yang merupakan seorang pejuang samurai pertama kali datang dari California ke Tokyo,ia membawa istrinya yang cantik,Ishi. Ishi adalah tipe yang sangat ideal untuk dijadikan istri,selain cantik,lembut,perhatian,Ishi juga sangat pandai memasak.Sungguh tipe wanita idaman para pria.Dan Kane sangat bangga mempunyai istri seperti dirinya.

Tapi rasa sayangnya kepada sang istri tidak bertahan lama.Belum lama ini sebuah keluarga kaya  raya baru pindah ke rumah sebelah Kane.Kane merasa iri.Tapi mereka mempunyai putri yang sangat cantik bernama Aiko.Saat itulah pikiran jahatnya muncul,demi mendapatkan wanita yang dia inginkan sekaligus kekayaan mereka [sekali tepuk dua lalat],Kane akhirnya memutuskan untuk menyingkirkan Ishi.
 
Pada suatu malam hujan badai,ketika Kane dan istrinya baru pulang dari sebuah pesta besar.Di tengah jalan tiba-tiba Kane langsung mendorong Ishi yang saat itu berada di pinggir tebing.Tak ada yang mendengar jeritannya walaupun angin menderu-deru.Tidak ada yang menyadari permainan kotor Kane,Kane berpura-pura berteriak minta tolong karena istrinya jatuh dari tebing. Ia juga berakting sangat sempurna di pemakaman,memasang wajah berduka yang sangat dalam,padahal di dalam hatinya ia begitu gembira karena sebentar lagi ia akan membuat Aiko bertekuk lutut di hadapannya.

Setelah selesai pemakaman, Kane pun merayakan titik awal usahanya dengan minum-minum.Saat itulah angin bertiup kencang dan memecut dinding-dinding rumah dan jendela sampai bergetar dan samar-samar terdengar suara,"Balas dendam,balas dendam..."

Kane yang sedang duduk santai langsung berkedip saat melihat sosok gelap yang melangkah ke dalam ruangan.Terlihat sosok wanita berpakaian kimono yang berlumuran darah dengan rambut hitam panjang yang kusut dan berantakan serta wajah hancur dan rusak dengan sebelah bola mata yang tergantung diluar.Hantu Ishi mengulurkan tangannya yang patah kepada suaminya,tersenyum melalui sela-sela giginya yang terlihat sudah hancur."Balas dendam.."bisiknya.

Kane spontan langsung menjerit ketakutan.Ia melompat keluar jendela lalu segera lari terbirit-birit ke rumah tetangga sebelahnya.Dan tetangganya salah mengira kalau Kane sedang berduka atas kematian istrinya.Maka mereka pun mengijinkan Kane untuk menginap di rumah mereka sementara.

Beberapa bulan pun berlalu setelah kejadian itu,mengira hantu Ishi tidak muncul lagi,Kane merasa sangat lega.Ia lalu mengajak Aiko dan orangtuanya untuk melihat-lihat rumahnya.Saat mereka di kebun,Kane merasa lengannya sedang ditarik seseorang.Saat berbalik,ia mendapati sosok Ishi yang cantik kemudian mencium Kane lalu berbisik di telinganya,"Balas dendam." Sambil tertawa,Ishi menari pergi kemudian melambai kepada Aiko dan orangtuanya.Melihat gadis cantik itu,mata Aiko langsung melotot karena cemburu.

Karena takut Aiko akan memutuskan hubungan dengannya,Kane pun segera membujuk mereka mengadakan pesta pertunangan besar yang mewah sebagai bukti pengabdiannya.Semua kerabat,teman,saudara,keluarga hadir di ruang perjamuan untuk bersulang dan tertawa merayakan kebahagiaan Kane.

Ketika sedang merayakan kesuksesannya,dari seberang aula Kane melihat sosok Ishi muda yang cantik sedang masuk ke ruangan dan berdiri di sudut dengan sopan.Kane menghentikan pembicaraanya di tengah kalimat dan menatap ngeri saat Ishi mulai tertawa dan berubah.

Tubuhnya memutar dan pecah di depan mata Kane,wajah cantiknya luntur digantikan oleh wajah berantakan dan berdarah-darah,menatap Kane dengan matanya yang sudah keluar dari rongga bola matanya.

"Balas dendam.."desisnya.

"Aaakkkkhhhh.Tidak! Tidak!."teriak Kane.

Para tamu disekelilingnya langsung memandang Kane dengan bingung.Tidak ada seorang pun yang bisa melihat sosok hantu Ishi yang mengerikan itu.Kane segera berlari keluar diikuti Ishi yang terbang melayang,bersumpah akan terus menghantui Kane.

Kane yang terus dikejar oleh Ishi berteriak-teriak dan memaki,menyuruhnya pergi dan jangan mengganggu kehidupannya.Tiba-tiba hantu itu berhenti di tempat Kane telah mendorongnya.Kemudian sosok itu berbalik,sekali lagi dengan sosok mengerikan yang berlumuran darah dan rambut kusut menjuntai.

"Balas dendam!"hantu itu berteriak.Kemudian bersiap menerjang tubuh Kane.Samurai itu lalu melangkah mundur dengan ekspresi wajah yang ketakutan amat sangat,kakinya terpeleset dan ia jatuh ke belakang tebing.Terdengar suara hantaman sangat keras saat laki-laki itu terjatuh.Lalu keadaan langsung berubah sunyi..
.
.
.
Dan pada malam yang sama,angin kencang bertiup di rumah Kane,menghantam setiap sudut bangunan rumah.Kemudian sebuah petir menyambar dan membakar rumahnya sampai habis tak bersisa.Para tetangganya mengklaim bahwa mereka bisa mendengar suara angin yang seperti berkata,"Balas dendam.", berulang-ulang.

»»  Selengkapnya...

Kamis, 26 Agustus 2010

Story 9: The Call


Orang tua Lisa sedang pergi malam itu.Lisa yang malang akhirnya harus tinggal di rumah menjaga kedua adiknya yang masih kecil.

"Apa?jadi kalian akan pulang larut malam ini?oh tapi mom hari ini aku ada janji berkumpul dengan teman-teman nanti." terdengar suara Lisa yang sedang berbicara dengan ibunya di telepon.
"Iya,iya aku tahu.tapi kan.."
Tut-tut-tut-tut.Bunyi telepon terputus.Lisa kelihatan kesal.Ucapan terakhir yang ia dengar dari telepon itu hanya, "Pokoknya jaga rumah sampai kami pulang.Kami sayang padamu."

Lisa menggerutu.Kini ia harus menjadi anjing penjaga yang baik dirumahnya?sementara teman-temannya bersenang-senang malam ini?

Setelah berjam-jam bolak-balik mengganti saluran tv,akhirnya Lisa menemukan film bertema romance favoritnya.Saat sedang asyik menonton ,tiba-tiba kedua adiknya yang tadinya asyik bermain di lantai atas datang sambil berteriak-teriak kepada Lisa."Kami lapar."rengek mereka.

Lisa terlihat jengkel."Oh..bisakah kalian diam?Oke-oke,aku akan membuatkan kalian spaghetti."

Sementara Lisa sibuk di dapur telepon di ruang tamu berdering.Adiknya yang pertama segera mengangkat telepon,"Halo,disini keluarga Smith." 
...............
Sunyi, tidak ada jawaban.

Lisa yang baru selesai membuat spaghetti segera mengambil alih telepon."Halo,siapa ini?"tanya Lisa.
"Aku sudah dekat."jawab si penelepon.
Lisa kelihatan bingung,"Dekat? apa maksudmu?"
Tapi yang ada hanya suara saluran telepon yang terputus.Aneh.mungkin salah sambung,pikir Lisa .Dia tidak terlalu menghiraukan penelepon tadi.

Selesai makan adik-adik Lisa merasa mengantuk,mereka berdua memutuskan untuk tidur siang.Sementara Lisa kembali menyalakan TV-nya untuk menonton lanjutan film yang tadi ia tonton.Baru beberapa menit ia duduk,telepon mulai berdering lagi."Benar-benar hari yang menyebalkan."gerutu Lisa yang kedua kalinya.

"Halo?"
"Aku sudah semakin dekat."jawab suara itu.
"Hah?maaf?"kata Lisa.
Tapi sekali lagi suara itu terputus.Kali ini Lisa benar-benar jengkel."Apa sih?sudah dekat,sudah dekat."omel Lisa merasa dipermainkan.Ia lalu memutuskan menelepon operator.
"Halo,ada yang bisa saya bantu?"ucap sang operator.
"Ya.Saya mendapatkan beberapa telepon aneh disini dan saya ingin tahu bisakah anda mencari tahu darimana telepon itu berasal?"pinta Lisa.
"Tidak."Jawab operator."Tapi saya bisa merekam saluranmu dan jika ia meneleponmu kembali,saya bisa memberitahumu lokasinya."
"Baik.Terima kasih."Lisa menutup gagang teleponnya.

Lisa mulai sedikit khawatir.Ia memutuskan untuk membangunkan adiknya.Sebagai tindakan jaga-jaga,takut situasi berubah menjadi gawat.Sempat terpikir di otak Lisa untuk menelepon orangtuanya tapi rasa gengsi mengurungkan niatnya."Tidak,tidak.Umurku sudah 17.Aku berani." ia meyakinkan dirinya.Merasa sudah cukup dewasa untuk mengatasi masalahnya sendiri.

Baru saja selesai berpikir,telepon di  rumahnya berdering lagi.Lisa merasa agak terkejut.Kemudian menyuruh adiknya duduk tenang di sofa."Halo."Kali ini suara Lisa terdengar tegas.

"Aku disini sekarang dan kau tahu? ini sangat tajam."ucap seorang pria sambil tertawa cekikikan.
"A..apa?apa yang sangat tajam?"tanya Lisa bingung."Di mana kau?"tanya Lisa lantang.
Tapi pria itu menutup teleponnya.Dan tak lama kemudian telepon berbunyi lagi.Kali ini suara operator.

"Keluar sekarang!Panggilan itu berasal dari dalam rumahmu!Saya akan memanggil polisi!Cepat keluar!"

Terkejut.Lisa langsung membanting telepon,meraih kunci dan anak-anak.Kemudian segera menerobos pintu keluar,lalu masuk ke dalam mobil.Sesaat kemudian sebuah mobil polisi tiba di rumah Lisa.Mereka segera keluar dari mobil.Memastikan apakah Lisa dan adiknya baik-baik saja.Kemudian masuk ke dalam rumah mencari penelepon aneh itu.Ketika dua orang polisi tepat berada di depan tangga yang menuju lantai dua,terlihat sosok pemuda sedang berdiri di sudut sambil memegang telepon selular dan pisau daging yang bersiap untuk turun ke bawah..


-Menurut kalian apakah nama di atas terdengar familiar?-

»»  Selengkapnya...

Selasa, 24 Agustus 2010

Story 8: Boneka Porselen

Ada seorang remaja perempuan yang populer,kaya dan bahagia baru saja berjalan melewati sebuah toko bersama ibunya.Gadis itu melihat sebuah boneka yang terbuat dari porselen,dan kelihatannya ia langsung tertarik dan ingin membelinya.
 
"Mom,aku mau beli yang itu ya.Boneka yang itu."ucap si gadis sambil menunjuk ke boneka yang menarik perhatiannya itu.

Ibunya menyetujui,"Saya beli yang itu." sambil menunjuk ke boneka dan meminta sang kasir untuk menghitungnya.

Sesampainya di rumah,si gadis segera membuka bungkusan boneka tersebut lalu menaruhnya di bawah tempat tidur.Kemudian pergi meninggalkan kamarnya untuk bermain di luar.
Ketika dia pulang,ternyata hari sudah malam.Merasa sangat lelah ia pun segera mengganti bajunya dengan baju tidur kemudian membanting tubuhnya ke tempat tidur.

Pada pagi harinya saat ia terbangun,ia melihat sepucuk surat yang ditindih di bawah lampu meja belajarnya.Di situ tertulis,
"Ibu dan Ayah pergi keluar kota selama seminggu.Kalau kamu ingin sesuatu minta  saja kepada Mrs.Tenny.Kami sayang padamu.Baik-baik ya.
-Salam mom and dad-"

Sang gadis menguap,dan tiba-tiba pipinya terasa sedikit sakit.Tapi ia tidak terlalu peduli.Ia hanya merasa sedikit senang karena orangtuanya pergi ke luar kota yang berarti kini ia bisa bebas melakukan apa saja selama mereka tidak ada.Lalu gadis itu pun berangkat ke sekolah.

Belakangan entah kenapa setiap kali ia bangun pipinya terasa sakit.Ini sudah tiga hari pipinya merasa sakit seperti itu.Ia memutuskan untuk mengeceknya di cermin.

Betapa terkejutnya dia melihat sebuah benjolan besar ada dipipinya."Jerawat sialan."gerutunya.

Gadis itu lalu segera menekan jerawat dipipinya.Tapi tunggu ada yang aneh.Gadis itu merasa ada sesuatu yang sedang bergerak-gerak di dalam benjolannya itu.Ia mencoba menekannya keluar dan ternyata yang dilihatnya itu sebuah laba-laba! Aaakkkkhhh...gadis itu menjerit ketakutan.
Si gadis terus menjerit-jerit karena laba-laba yang keluar dari benjolannya itu ternyata bukan hanya satu,tapi dua, tiga, sepuluh, lima belas, dua puluh.Entah ada berapa! Sepertinya ada jutaan laba-laba kecil yang keluar dari benjolan anehnya itu!

Tapi sayang jeritan si gadis tersebut ternyata sia-sia karena di dalam rumahnya yang besar tidak ada satupun orang selain dia sendiri.Akhirnya gadis itu pun mati dalam keadaan tragis karena terlalu banyak menerima racun dari gigitan laba-laba sementara ratusan laba-laba masih keluar dari dalam benjolan dipipinya itu.

Apakah kalian tahu darimana asal laba-laba itu?

Hm.Rupanya laba-laba itu berasal dari Boneka Porselen yang dibelinya beberapa waktu lalu yang kini masih berada di bawah tempat tidur sang gadis.

»»  Selengkapnya...

Sabtu, 21 Agustus 2010

Story 7: 1 2 3 4

Seorang gadis yang bernama Jenna mengundang 3 orang temannya untuk pesta tidur yang akan ia adakan malam ini.

"Hai,guys.Kalian bisa datang kan nanti malam? Ingat ya jam 7."Jenna mengingatkan.

Malam harinya ketika ia membuka pintu, ternyata yang datang hanya satu,yakni si Mary.Karena Jenna sudah mempersiapkan segalanya,akhirnya mereka bersenang-senang hanya berdua.

"Oya orangtuamu mana?"tanya Mary
"Mereka ada urusan mendadak dan kini sedang menginap di rumah nenekku yang berada di Arkansas."
"Memangnya kau tidak takut ditinggal sendirian?"
"Sebenarnya sih aku dititipkan ke bibiku.Tapi karena aku ingin mengadakan pesta tidur jadi kubilang padanya tidak perlu khawatir."
"Jadi kau mengusir bibimu?"canda Mary
Jenna tertawa,"Ya bisa dikatakan begitu,soalnya pesta tidur dengan didampingi orang dewasa kan tidak seru."
Mereka berdua sama-sama tertawa,"Tapi kalau aku jadi kau,aku akan tetap meminta bibiku disini."ujar Mary tiba-tiba serius.
"Karena kau tahu?tentang pembunuhan yang akhir-akhir ini marak dibicarakan."bisik Mary
"Oh maksudmu tentang pembunuh bertopeng yang suka membunuh gadis remaja berambut pirang?"balas Jenna bertanya.
Mary lalu terdiam sejenak."Ups."bisik Mary.
"Kenapa?"Jenna bingung.
"Oh tuhan.Rambutku kan pirang!"teriak Mary pelan.
"Astaga.Jadi kau takut?"goda Jenna.
Mary kelihatan sedikit ketakutan."Oh ayolah tidak akan ada yang terjadi.Kau kan tahu diantara blok rumah lain,blok rumahku ini yang paling aman.Bahkan seekor musang pun tidak akan berani masuk kesini."Jenna berusaha menenangkan Mary.
"Tapi kita bicara soal pembunuh bukan seekor pencuri celana dalam."suara Mary hampir terdengar seperti orang tercekik saat menyebut kata 'pembunuh'.

Jenna tetap berusaha menenangkan Mary memintanya tidak perlu terlalu khawatir.Akhirnya sekitar jam 11 mereka berdua beranjak tidur."Selamat malam."

Sekitar lima belas menit kemudian Jenna yang belum terlalu lelap tidur mendengar suara.

"1....2....3....4...." dengan irama lambat.

Jenna tidak terlalu menghiraukannya.Ia berpikir mungkin itu hanya Mary yang sedang sibuk menghitung supaya bisa tidur.

Tapi pada pukul 3 pagi,Jenna yang terbangun karena ingin pergi ke kamar mandi mendengar suara lagi..

"565,566,567..."

"Ha? apa Mary sudah gila?" batin Jenna.Heran karena temannya itu masih menghitung.

Jenna lalu mampir ke kamar sebelah.Membuka pintunya lalu meraih tombol ON yang ada di dinding samping pintu untuk menyalakan lampu kamar Mary.

"Aaaarrrrrggggghhhhh...."teriak Jenna histeris.

Ternyata saat ia berbalik yang dilihatnya adalah sesosok pria tegap berbalut jubah dan bertopeng seperti film 'Scream'.Kau tahu, pria itu sedang memegang kepala Mary yang kini sudah terpisah dari tubuhnya sambil mencabut rambutnya satu demi satu!

-Conversation written by me-

»»  Selengkapnya...

Jumat, 20 Agustus 2010

Story 6: Hantu di Facebook

Berikut cerita Campfire Tales kali ini akan benar-benar membuat kalian ketakutan.Jadi simaklah baik-baik..
Di dalam kamar Tasya sedang menyalakan laptop.Dia sedang membuka Facebook.

"Em...friend list gue masih 98.Belum nambah."

Tasya belum lama ini pindah ke Jakarta,sebelumnya dia tinggal di Padang bersama mamanya.Sebenarnya Tasya tidak terlalu perduli dengan Facebook karena orang-orang di Padang tidak terlalu demam FB seperti orang-orang Jakarta.Tapi karena sekarang dia di Jakarta,mau tak mau harus punya akun jejaring tersebut,kalau tidak bisa-bisa dicemooh teman-teman sekelasnya sebagai 'manusia langka yang gak gaul'.

Mata Tasya lalu tertuju ke tulisan di Wall-nya.Disitu ada satu pesan tertulis dari Tito.Wajah Tasya langsung berubah cemberut.Yah,bagi Tasya cowok yang bernama Tito ini sangat menyebalkan.Laki-laki ini tidak ada henti-hentinya mendekati Tasya.Berharap bisa jadi pacarnya.Tapi sayang sekali Tito bukan tipe laki-laki idamannya.

Matanya masih menelusuri status teman-teman FB-nya.Sama sekali tidak berniat untuk membalas pesan Tito.Tapi yang ia temukan kebanyakan hanya status yang tidak penting seperti Yudi yang lagi main futsal,Kiki yang lagi fall in love with someone,dan Loni yang katanya tidak bisa lepas dari buku karangan Stephanie Meyer,Twilight Saga.

Tasya tidak berniat untuk mengomentari status-status itu,yang ia butuhkan sekarang hanya teman baru.Rasanya sulit mencari teman yang bisa di ajak ngobrol nyambung, kebanyakan hanya sebatas basa-basi.Tasya sama sekali tidak punya sahabat karib.Mungkin karena Tasya terbiasa sendirian soalnya papanya kini berada di Rumania dan tidak pernah kembali,mamanya juga sibuk bekerja.Sehingga menjadikan pribadinya sulit percaya kepada orang lain.

Tasya lalu membuka daftar orang-orang yang disarankan FB untuk jadi teman.Ternyata tak ada satupun yang dikenalnya dan hampir semua tampang dan gayanya itu..em apa itu sebutannya?ya.alay.

Saat membaca tulisan Loni yang berisikan bahwa ia sedang kesengsem Twilight,Tasya jadi berpikir mungkin seharusnya dia cari teman cowok kayak Edward Cullen,disamping tampan,Edward juga gak suka tebar pesona dan dia juga setia sama ceweknya.

Tasya mulai mencoba mengetik di kolom search "Edward".

Dalam hitungan detik,list yang bernama Edward pun muncul,kebanyakan mengaku sebagai Edward Cullen bahkan beberapa di antaranya sangat tidak tahu malu.Memasang wajah aktor tampan itu sebagai profil? Dasar penipu!

Tapi tunggu,ada yang beda.Tasya memperhatikan sebuah foto yang wajahnya terkesan dingin dengan hidung mancung,alis tebal dan bibir agak tipis.Di bawah foto tertulis: Edward Daniel,Indonesia.Hmm,mungkin cowok ini keturunan bule.

Tanpa berpikir lagi,Tasya segera mengklik tombol add."Semoga aja dia mau jadi teman gue."

Tasya terus menerus membuka FB-nya untuk mengecek apakah permintaannya sudah diterima.Tasya benar-benar betah menatap foto Edward yang terkesan misterius tetapi mempesona itu berlama-lama.

Beberapa hari kemudian saat Tasya membuka FB-nya,temannya sudah bertambah satu.Ternyata Edward Daniel! Tasya kegirangan.Ia pun segera menelusuri data pribadinya.Apa? fotonya cuma ada 1? infonya juga singkat: single,tertarik kepada wanita,hobi membaca dan alamat yahoomail-nya.Selain itu dia cuma punya 13 teman,termasuk Tasya.Aneh juga ini orang.

Tiba-tiba ada pesan masuk dari chat."Hallo.."dari Edward Daniel.Melihat pesan dari cowok itu Tasya cepat-cepat membalas."Hi.."

"Bisa bahasa Indonesia kan?" balas Edward.Hm,mungkin ia mengira Tasya itu bule soalnya nama di FB nya Natasya Kirkov.
"Bisa dong.Mama gue orang Indonesia.Gue kira lo yang bule."
Edward membalas,"Gue campuran.Papa orang Inggris.Di Jakarta gue tinggal sama keluarga mama.Papa kembali ke Inggris."

Tasya merasa mereka berdua senasib.Sama-sama ditinggal ayah.Tasya lalu bertanya,"Tinggal di Jakarta mana?"

Lima menit berlalu.Tidak ada jawaban dari Edward.Sampai sepuluh menit ternyata Edward sudah offline.Tasya kesal setengah mati.

Subuhnya Tasya diibangunkan oleh bunyi alarm.Saat membuka matanya,ia melihat laptop sedang menyala.Padahal ia yakin semalam sudah dimatikan.Dan yang lebih mengherankan,layar laptopnya kini dipenuhi foto Edward Daniel.Kemudian terdengar suara mamanya yang sedang berteriak memanggil Tasya.Tasya segera menoleh menjawab suara mamanya.Saat ia kembali mengarahkan pandangannya ke laptop,layar laptopnya kini sudah mati.Tasya mengucek matanya.Dan terbengong beberapa saat..

Tasya kelihatannya kecewa berat,sudah tiga hari ini tidak ada balasan dari cowok itu.Tasya berusaha menahan diri supaya tidak menulis puluhan pesan di Wall Edward.Takut nanti di cap agresif.Lalu di malam harinya..

"Sorry gak balas pesan kamu.Kemarin lagi banyak kerjaan." Wow!balasan dari Edward.Tasya kegirangan.

Tasya asyik chat dengan Edward.Sampai pesan Edward yang ini cukup mengagetkan.Sebab dalam isi pesannya Edward tahu kalau Tasya tinggal sendirian dengan mamanya.

"Kok kamu tahu papaku gak di Jakarta?"
"Tau dong.Papamu di Bukarest,Rumania kan?"

Tasya mulai curiga jangan-jangan cowok ini kenalan mamanya/kenalan dari teman sekolahnya.Tapi Edward menyangkal,ia berkata hanya tahu aja.Bahkan yang lebih mengejutkan Edward sampai tahu baju apa yang dipakainya saat ini.

"Ngg..Kalo gak salah nama papamu Antony Kirkov." Tasya hanya bisa melongo membaca pesan dari Edward. "Tau darimana?"

Jantung Tasya berdebar gak karuan.Ia merasa Edward akan menuliskan sesuatu yang lebih mengejutkan lagi.

"Jangan kaget ya.Kayaknya papa kamu udah nikah lagi disana.Mereka udah punya anak berumur 2 tahun."

Syok.Tasya menjatuhkan Blackberry hadiah pemberian mamanya saat ultah ke-17 dari genggamannya.Setelah tenang,Tasya segera membalas,"Jangan kelewatan dong kalau bercanda!"Edward membalas,"Itu beneran kok.Kamu marah ya?Oke deh,bye." Edward sudah offline.

Kesal bercampur marah,Tasya menceritakan tentang cowok bernama Edward ini ke mamanya.Dan siapa sangka ternyata mamanya malah membenarkan perkataan Edward bahwa ayahnya memang sudah menikah lagi.Tasya benar-benar sedih dan kecewa.

Tasya menulis pesan di dinding Edward,"Kamu gak salah kok.Papaku emang udah nikah lagi.Tapi gue heran,kok kamu tahu?" Edward langsung membalas,"Gue kan serba tahu.Gue juga tahu kalo lo suka makan spaghetti yang ditaburin bawang goreng."

Ajaib nih orang,pikir Tasya.Semua ini benar-benar membuat Tasya penasaran,jangan-jangan dia tetangganya.Tasya mengetes Edward,"Tebak sekarang gue lagi baca buku apa?"

"Halah,kamu kan lagi gak baca buku.Seharian ini kan kerjaan kamu cuma baca majalah & nonton TV."
"....???!!!!"
"R U still there?"

Tasya segera menatap sekeliling.Rasanya sangat aneh.Udara lebih pengap dan terasa dingin daripada biasanya.Bulu kuduk Tasya meremang.

Mendadak BB Tasya berbunyi.Tasya tersentak kaget.Sebuah nomor tak dikenal? 
"Hallo..siapa nih?"
"Edward Daniel."
"Haaaa.......?!Tasya semakin kaget.Dia sama sekali tidak menaruh nomor HP di data pribadi FB-nya!
"Ha-ha-ha-ha-ha....!!!"Terdengar suara tawa berat dan menyeramkan dari seberang sana!

Tasya syok!
Tawa Edward Daniel membuat Tasya trauma.Kalian tahu, suara tertawanya itu lebih seram dari suara hantu di film horor.

Hari itu BB Tasya berdering beberapa kali dengan nomor sama.Tasya ketakutan.Ia mematikan Blackberrynya.Giliran telepon rumahnya yang berdering.Dan tentu saja itu dari Edward Daniel.

"Aaarrrgggggghhhhh.."teriak Tasya ketakutan.

Sudah tiga hari berlalu setelah kejadian menakutkan itu.Wajah Tasya tampak pucat.Tito lantas berkunjung ke rumahnya.Tasya bercerita kepada Tito mengenai Edward Daniel dan meminta Tito menyelidiki cowok yang katanya tinggal di Bintaro itu.Tito mendapatkan info mengenai cowok itu dari temannya.

"Edward udah meninggal tiga bulan lalu." Tasya terperangah.Ternyata benar dugaannya.
"Dia meninggal ditusuk sama pacar teman FB-nya.Dikira cowok itu, Edward dan ceweknya selingkuh."
Tasya menyimak cerita Tito..
"Terus cowok yang nusuk Edward juga udah meninggal dua bulan lalu.Jatuh dari apartemen.Gak jelas kejadiannya.Terus si cewek katanya juga suka nerima pesan dari Edward di FB.Bahkan suka nelpon dan muncul mendadak kalau cewek itu lagi sendirian.Sekarang cewek itu trauma dan udah pindah ke Surabaya."

Tasya bergidik.Tidak ingin melanjutkan pembicaraan ini lebih detil lagi.

Pada sore harinya,Tasya dan mamanya menangis.Tito dikabarkan tewas karena kecelakaan.Menurut saksi mata,tadinya kecepatan mobil yang dikendarai Tito normal tapi tiba-tiba jadi berderum kencang dan akhirnya menabrak pohon.

Tasya berpikir jangan-jangan ini ulah Edward.Dan tiba-tiba saja ia berteriak histeris."Aaaargggghhhh!!"

Ternyata Edward sedang persis berdiri di samping Tasya,mengelus rambutnya sambil tersenyum menyeramkan! 

-Diringkas dari buku Ghost.com-

»»  Selengkapnya...